UN….
Oke
postingan saya kali ini akan membahas tentang UN atau mungkin lebih dikenal
dengan ujian nasional, saya mempost tuliasan ini untuk kalian baca *iyalah
tulisan dibaca,, khususnya oleh kamu.. iya kamu.. *hening seketika….. oke skip,
tanpa panjang lebar kita langsung masuk ke topik pembicaraan saja
UN, Ujian
Negara atau Ujian Nasional, adalah ujian yang akan diikuti oleh para siswa
akhir, kelas 6 (SD) 9(SMP) dan 12(SMA), disini saya akan mengeluarkan
kegelisahan saya tentang UN. Tapi sebelumnya ini adalah tulisan yang mungkin
kalian tau
“No 1 Sd 12 Naskah tidak bersampul
No 13 Sd 38 Naskah bersampul
No 39 Sd 50 Naskah tidak bersampul
Jika ada soal ganda kerjakan di naskah yang tidak bersampul”
Jika kalian tau tulisan itu maka kalian pernah merasakan kekesalan yang
luar biasa…..
Oke kembali ke topik pembicaraan
Yang pertama
tentang mata pelajaran.
Kenapa hanya 4 mata pelajaran yang diujiaankan, padahal kita disekolah tidak
hanya mempelajari 4 mata pelajaran itu, kenapa ini saya permasalahkan? Soalnya jika
ada murid yang kurang ahli dalam mata pelajaran tersebut dan ahli dalam
pelajaran lain, akan sedikit memaksa untuk lebih bekerja keras di banding murid murid lain, dan bisa saja itu merugikan
murid tersebut.
Lalu tentang
pelaksanaan. Mungkin jika tentang pelaksanaan secara keseluruhan cukup bagus,
tapi yang menjadi permasalahan tentang pelaksanaan UN Sekolah Menengah Pertama
tahun ini, khususnya pada hari pertama, yaitu pelajaran Bahasa Indonesia. Menurut saya itu bisa dibilang sangat buruk,
kenapa? Karena naskah soal yang kita dapat sangat amburadul, ada soal
bersampul, ada yang tidak bersampul, dan itu membuat peserta sedikit
kebingungan dalam mengerjakan soal.
Selanjutnya
tentang desas desus “Kunci Jawaban”. Apakah memang ada kunci jawaban itu? Jika
benar ada dan kita mendapatkannya, apakah benar sesuai dengan paket yang kita
kerjakan, dan bagaimana kita bisa tau paket soal yang akan kita kerjakan.
Dan yang
terakhir, tentang penarapan satandar UN. Pemerintah
Terapkan Standar UN se-Indonesia sama, sedangkan fasilitas pendidikan jauh beda,
mulai dari Infrastruktur, cara belajar hingga pengajarnya. Dan itu membuat
mohon maaf sebelumnnya, siswa siswa yang bersekolah di daerah plosok sedikit
kesulitan, karena perbedaan tersebut….
Oke sekian, mungkin hanya itu yang bisa
saya sampaikan pada tulisan ini, mohon maaf jika ada kesalahan, karena hanya
tuhan yang maha benar. Dan saya akan sedikit meng-copy tulisan dari
@Negativisme sebagai penutupnya “Maha Benar Tuhan, Maha Kadang-kadang
manusia. Dan pastilah mahal benar biaya UN, padahal itu bukan sistem yang baik
untuk pendidikan.
Sekian~”
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus