Lagi, sore ini hal yang sama kulakukan hanya membuka tutup laptopku, ntah apa yg ingin kulakukan sebenarnya, sesaat kulihat jam yg tergantung didinding waktu masih menunjukan pukul 4.30 akupun berniat untuk keluar kamarku dan membuat secangkir kopi, ah sial aku baru ingat sudah berapa cangkir kopi yg aku habiskan hari ini, akhirnya niat itu aku urungkan kembali. Akupun berniat untuk pergi keluar, untuk menghabiskan waktu yg tersisa dihari ini. Ah mendung, kuharap hari ini tidak turun hujan, akupun berjalan menyusuri jalan komplek rumahku, sekedar mencari inspirasi, namun apa yg kudapat hanya rasa bosan yg menghampiri diriku, langkahku terhenti saat berada didepan sebuah halte bis, aku seperti mengingat sesuatu tentang tempat itu.
Tiba tiba, ah hujan turun, dengan terpaksa aku menepi ditempat itu, aku berharap hujan segera berakhir karena hari sudah mulai gelap, pukul berapa sekarang? Ah sial ponselku tertinggal, lalu sekarang apa yg harus kulakukan? Aku hanya tertunduk, duduk diatas sebuah bangku panjang yg tertutup fiber dibagian atas, mungkin bangku itu memang didesain seperti ini, agar dapat ditempati seseorang saat berada dalam situasi sama sepertiku. Sudah hampir 30menit aku menunggu namun hujan tak kunjung reda, tak terlalu besar namun dapat membuatku basah kuyup apabila aku ada didalamnya
Tak lama sebuah bis berhenti didepanku, pintunya terbuka dan bis itu menurunkan seseorang, seorang wanita yg mengenakan sebuah jacket tebal dan celana bahan berwarna hitam. Ia turun dengan sebuah kantung kresek yg di tenteng tangan kirinya, terlihat didalamnya terdapat dua buah minuman kaleng, ia menatapku, lalu ia tersenyum kearahku, aku masih menatapnya heran "Hai K.." hah 'K' mengapa ia memanggilku seperti itu, tunggu dulu itu kan inisial namaku, siapa gadis itu? Apa kita pernah berjumpa. Iapun lalu duduk disebelahku, "Terima kasih, berkat saranmu sekarang aku lebih percaya diri" apa? Saranku? Sejak kapan, apa aku lupa "Mengapa kau diam saja? Apa kau lupa?" "Maaf, tapi sepertinya iya" iapun tersenyum "Kau sepertinya ada masalah, ceritalah, mungkin aku bisa membantu" katanya sambil menyodorkanku sekaleng coffee.
Akupun sedikit ragu namun kucoba bercerita "Aku punya sedikit masalah dengan hobiku" "Apa itu?" tanyanya "Aku senang menulis cerpen namum kali ini aku tak dapat menemukan ide, untuk meneruskan ceritaku yg belum selesai" jawabku "Mengapa bisa seperti itu?" tanyanya kembali, kucoba jelaskan apa yg terjadi "Di setiap cerita yg kubuat, aku selalu ingin ada sesuatu yg baru, aku ingin penilaian terhadap karyaku jadi lebih baik, dan lebih baik pada karya berikutnya" jelasku "Boleh kuliat cerpen yg kau buat?" tanyanya "Maaf ponselku tidak kubawa, tapi kau bisa liat di website ku" setelah kuberitahu nama webnya lalu ia membukanya dan ia membaca beberapa cerpen disana "Tidak buruk, ini malah menarik, tapi dicerpen terakhir kaya bukan kamu banget hahaha.." dari cara bicaranya barusan Ia sepertinya menikmati tulisanku "Lalu apa masalahnya?" tanyanya kembali "Ntahlah, mungkin karena aku lupa caranya menulis cerita dengan caraku sendiri" "Apa yg ingin kau dapat dari ceritamu?" tayanya "Aku hanya ingin seseorang yg membaca ceritaku merasa puas dan memberikan penilaian terhadap cerpenku" jelasku "Tapi apa kau tau, bahwa seniman tidak mengukur karyanya dari rating, jadi jika kau seperti itu, kau lebih mirip buruh seni" jelasnya "Dan menulislah sesuai yg kau mau, tunjukan kepribadianmu dalam tulisanmu, kau akan merasa puas jika begith" tambahnya, tak lama sebuah mobil juke berwarna merah berhenti didepan kami, lalu ia berdiri lalu tersenyum kearahku "Oiya sebenarnya siapa namamu?" tanyanya "Karava, dan kau?" kutanya ia kembali "Okay, sampai jumpa Karava" tanpa ia jawab pertanyaanku ia lalu masuk kedalam mobil didepannya
Bersamaan dengan kepergiannya hujanpun akhirnya berhenti. Kuputuskan untuk pulang karena memang hari sudah gelap, sesampainya dirumah tanpa fikir panjang kurebahkan tubuh ini diranjang tidurku, namun tiba tiba kudengar suara panggilan masuk dari ponselku, tidak ada nama pemanggil, namun kucoba menjawab panggilan "Haloo Karavaaa.." itu kata kata pertama yg kudengar "Maaf ini siapa?" tanyaku "Apa kau lupa siapa yg kau temui tadi?" Hah apakah gadis itu? Untuk apa ia meneleponku? "Oh.. Maaf aku tak punya nomormu" jawabku "Tak apa, aku hanya ingin tau apa kau sudah mengingatku" kurasa ada sedikit bayanga yg tergambar tentangnya, tentang pertemuan kita yg ia ceritakan "Kalau boleh tau siapa namamu?" tanyaku "Aku baru ingat, aku belum memperkenalkan diriku" jawabnya "Namaku......".
Jumat, 23 Oktober 2015
Jumat, 16 Oktober 2015
Bus Stop (1)
Aku masih tertunduk, duduk diatas sebuah bangku panjang yg tertutup fiber dibagian atas, mungkin bangku itu memang didesain seperti ini, agar dapat ditempati seseorang saat berada dalam situasi sama sepertiku. Sudah hampir 30menit aku menunggu namun hujan tak kunjung reda, tak terlalu besar namun dapat membuatku basah kuyup apabila aku ada didalamnya
Tak lama sebuah bis berhenti didepanku, pintunya terbuka dan bis itu menurunkan seseorang, seseorang mengenakan sebuah jacket berpola yang berwarna hitam putih, dan celana traning. Ia turun dengan sebuah kantung kresek yg di tenteng tangan kirinya, terlihat didalamnya terdapat dua buah minuman kaleng, ia menatapku, lalu ia duduk dbangku yg sama denganku, aku menunduk kembali namun sesekali aku melirik kearahnya, kufikir iapun begitu, tak lama ia mengeluarkan sebuah minuman yg ia bawa, terlihat tetesan air mengalir dibagian luarnya, ia membuka minuman itu yg ternyata setelah kuperhatikan adalah coffee, ia meneguknya, sekali, dua kali, lalu ia simpan di sebelahnya. Ia mengeluarkan kaleng satunya, ia menyodorkannya kearahku, aku menatapnya, lalu ia berkata "Ambilah, aku hanya bisa menghabiskan satu kaleng saja" mengapa ia membeli dua jika hanya dapat menghabiskan satu saja, ia masih menyodorkan minuman itu, akupun mengambiilnya "Terima kasih" itu suara yg keluar dari mulutku, aku lalu meminumnya, kamipun kembali terdiam hingga akhirnya ia berbicara "Kau sedang ada masalah?" aku hanya menggelengkan kepala "Kau sepertinya orang yg hati hati" Aku lalu menatapnya "Yaa, kau ragu bercerita pada orang lain", akhirnya aku memberanikan diri untuk bercerita padanya, dia orang yg cukup menarik, aku sedikit terhibur ketika berbicara dengannya, hingga akhirnya sebuah mobil biru berhenti didepan kami, lalu ia meneguk sisa coffee yg masih tersisa "Sampai jumpa lagi, percayalah kau sendiri yg menentukan kau nanti seperti apa, jangan terlalu terpengaruh perkataan orang" itu yg ia katakan sebelum ia meninggalkan ku dan bangku panjang ini, mobil itu bergerak perlahan hingga akhirnya hilang tak terlihat, pukul 7.12 sepertinya aku harus pulang dan terimakasih 'K' karena hanya itu yg kutau setelah membaca secarik kertas yg ia berikan sesaat sebelum ia menaiki mobil itu " K... 085974563XXX" sungguh orang yg aneh, aah sudahlah mungkin itu akhir dari cerita ini.
Tak lama sebuah bis berhenti didepanku, pintunya terbuka dan bis itu menurunkan seseorang, seseorang mengenakan sebuah jacket berpola yang berwarna hitam putih, dan celana traning. Ia turun dengan sebuah kantung kresek yg di tenteng tangan kirinya, terlihat didalamnya terdapat dua buah minuman kaleng, ia menatapku, lalu ia duduk dbangku yg sama denganku, aku menunduk kembali namun sesekali aku melirik kearahnya, kufikir iapun begitu, tak lama ia mengeluarkan sebuah minuman yg ia bawa, terlihat tetesan air mengalir dibagian luarnya, ia membuka minuman itu yg ternyata setelah kuperhatikan adalah coffee, ia meneguknya, sekali, dua kali, lalu ia simpan di sebelahnya. Ia mengeluarkan kaleng satunya, ia menyodorkannya kearahku, aku menatapnya, lalu ia berkata "Ambilah, aku hanya bisa menghabiskan satu kaleng saja" mengapa ia membeli dua jika hanya dapat menghabiskan satu saja, ia masih menyodorkan minuman itu, akupun mengambiilnya "Terima kasih" itu suara yg keluar dari mulutku, aku lalu meminumnya, kamipun kembali terdiam hingga akhirnya ia berbicara "Kau sedang ada masalah?" aku hanya menggelengkan kepala "Kau sepertinya orang yg hati hati" Aku lalu menatapnya "Yaa, kau ragu bercerita pada orang lain", akhirnya aku memberanikan diri untuk bercerita padanya, dia orang yg cukup menarik, aku sedikit terhibur ketika berbicara dengannya, hingga akhirnya sebuah mobil biru berhenti didepan kami, lalu ia meneguk sisa coffee yg masih tersisa "Sampai jumpa lagi, percayalah kau sendiri yg menentukan kau nanti seperti apa, jangan terlalu terpengaruh perkataan orang" itu yg ia katakan sebelum ia meninggalkan ku dan bangku panjang ini, mobil itu bergerak perlahan hingga akhirnya hilang tak terlihat, pukul 7.12 sepertinya aku harus pulang dan terimakasih 'K' karena hanya itu yg kutau setelah membaca secarik kertas yg ia berikan sesaat sebelum ia menaiki mobil itu " K... 085974563XXX" sungguh orang yg aneh, aah sudahlah mungkin itu akhir dari cerita ini.
Langganan:
Postingan (Atom)