Dan..
Seseorang yang memandangmu, bukan dari satu sisi saja, kau tau ia selalu perhatikanmu, kau sadar ia selalu menatapmu bahkan ketika kau tak bersamanya, ia melihatmu dari cara yang berbeda.
Seseorang yang akan mendengarmu, ketika kau berbicara tentang banyak hal, tentang apapun yg kau sukai, ia mendengarkanmu, hanya karena ingin kau merasa nyaman.
Ia akan mendengarmu bahkan ketika ia tak ingin melakukan apapun, ia akan tersenyum bahkan ketika ia sedang merasa gelisah.
Dengannya kau belajar banyak hal, tentang apapun yang membuat dirimu senang, denganya kau tau bagaimana menjadi orang yang dirindukan.
Bahkan ketika ia jauh, kau akan tau bahwa kau adalah seorang yang sangat ia dambakan, ia menghawatirkanmu, tanpa perlu kau mengetahuinya.
Akan ada seseorang yg mengerti seperti apa kau ingin di perlakukan, dengannya kau merasakan kenyamanan, dengannya kau mengerti menjadi seseorang yang dikasihi.
Didepanmu ia selalu berkata:
"Aku mencintaimu, sungguh seperti itu" itu merupakan pernyataan yang cukup lengkap, tak usahlah kau meraguinya
Kau selalu merasa bahwa dia akan selalu ada untukmu, karena dengannya kau bahagia, kau tertawa dan mungkin sesuatu yang lebih menyenangkan dari itu.
Namun terkadang ia merasa ragu, dalam keraguannya tersebut ia tetap mendoakanmu:
"Tuhan, izinkanlah aku bahagia bersamanya, namun jika tidak, aku mohon, bahagiakanlah ia bersama org yang selalu ia sebut dalam doanya"
Seseorang yang selalu memimpikanmu, dalam tidurnya kau yang selalu muncul dalam mimpinya, saat terjaga kau yang pertama diingatnya, saat bahagia ia berharap kau bersamanya, saat gelisah, mungkin ia sedang mengkhawatirkanmu
Ia tau bahwa kau bukan miliknya, ia mengerti bahwa ia tak dapat memaksakan kehendaknya, namun ia tetap mencintaimu, mendamba seorang kau, lalu kau akhirnya mengerti apa itu cinta sejati.
Bandung 27 Desember 2015
Minggu, 27 Desember 2015
Sabtu, 19 Desember 2015
Inilah Akhirnya
Iapun sampai di sebuah persimpangan, sebuah persimpangan yg mengingatkannya kepada sebuah kejadian, kejadian yg telah lama ia lupakan, kejadian yg benar benar mengubah hidupnya
Hari itu aku terbangun dengan dengan sangat tidak bersemangat, hpku masih berbunyi menandakan ada telepon masuk, kulihat ternyata itu panggilan dari Al, lalu kujawab panggilan tersebut.
"Halo.."
"Jam segini masih molor aja, dasar pelor, cepet bangun"
"Iya ini udh bangun"
"Awas telat, cepet sadar haha"
"Iya, baweeell.."
"Yaudah, aku udh mau pergi, daaah"
"Aku jemput ya?"
"Idiih, mandi aja belom so soan mau jemput hahaha, udh ah, jangan telat yaa"
"Hmmm..." aku jawab seadanya, lalu ia menutup panggilannya.
Akupun segera bergegas untuk bersiap siap, setelah selesai segalanya aku langsung tancap gas dengan sepeda motorku, akupun sampai disekolah, sebuah tempat yg selalu ingin kuhapuskan, sebuah tempat yg mengunciku selama kurang lebih delapan jam, namun ada satu hal yg selalu ingin aku temui disekolah.
"Digyaa...."
"Apasih Al.." ya namanya Althea, Althea Calista lengkapnya, hanya itu yg bisa membuatku tersenyum disekolah
"Tumben ga telat haha.."
"Hmmm.." kataku sambil tetap berjalan menuju kelas
"Pulangnya anter aku ya"
"Kemana?"
"Pokoknya anter, ga ada alesan, daaah aku kekelas dulu"
Iapun berlalu, akupun maaul kelas, ya saatnya untuk tertidur lagi.
Tanpa terasa hari sudah menunjukan waktu untuk pulang, akupun menunggu Althea di pintu gerbang, tak lama ia datang lalu kami mulai menuju tempat yg ntah kemana Aku akan dibawa, kami melewati sebuah perempatan lalu tiba tiba aku seperti terhantam sebuah benda besar, dan aku tak ingat apa apa lagi.
"Berita dikoran mengabarkan sebuah motor yg ditumpangi dua orang siswa tertabrak sebuah bus, seorang pria yg yg mengendarai motor ditemukan tewas sementara sang wanita ditemukan dengan keadaan kritis"
Lalu gadis itu berlalu, meninggalkan perempatan tersebut, tempat yg sangat mengubah hidupnya..
Hari itu aku terbangun dengan dengan sangat tidak bersemangat, hpku masih berbunyi menandakan ada telepon masuk, kulihat ternyata itu panggilan dari Al, lalu kujawab panggilan tersebut.
"Halo.."
"Jam segini masih molor aja, dasar pelor, cepet bangun"
"Iya ini udh bangun"
"Awas telat, cepet sadar haha"
"Iya, baweeell.."
"Yaudah, aku udh mau pergi, daaah"
"Aku jemput ya?"
"Idiih, mandi aja belom so soan mau jemput hahaha, udh ah, jangan telat yaa"
"Hmmm..." aku jawab seadanya, lalu ia menutup panggilannya.
Akupun segera bergegas untuk bersiap siap, setelah selesai segalanya aku langsung tancap gas dengan sepeda motorku, akupun sampai disekolah, sebuah tempat yg selalu ingin kuhapuskan, sebuah tempat yg mengunciku selama kurang lebih delapan jam, namun ada satu hal yg selalu ingin aku temui disekolah.
"Digyaa...."
"Apasih Al.." ya namanya Althea, Althea Calista lengkapnya, hanya itu yg bisa membuatku tersenyum disekolah
"Tumben ga telat haha.."
"Hmmm.." kataku sambil tetap berjalan menuju kelas
"Pulangnya anter aku ya"
"Kemana?"
"Pokoknya anter, ga ada alesan, daaah aku kekelas dulu"
Iapun berlalu, akupun maaul kelas, ya saatnya untuk tertidur lagi.
Tanpa terasa hari sudah menunjukan waktu untuk pulang, akupun menunggu Althea di pintu gerbang, tak lama ia datang lalu kami mulai menuju tempat yg ntah kemana Aku akan dibawa, kami melewati sebuah perempatan lalu tiba tiba aku seperti terhantam sebuah benda besar, dan aku tak ingat apa apa lagi.
"Berita dikoran mengabarkan sebuah motor yg ditumpangi dua orang siswa tertabrak sebuah bus, seorang pria yg yg mengendarai motor ditemukan tewas sementara sang wanita ditemukan dengan keadaan kritis"
Lalu gadis itu berlalu, meninggalkan perempatan tersebut, tempat yg sangat mengubah hidupnya..
Jumat, 18 Desember 2015
Inilah Awalnya
Lalu sebuah panggilang masuk ke ponselnya, ia jawab panggilan itu dengan keraguan..
"Haloo.."
"Dimana?"
"Emangnya kenapa?"
"Bisa ketemu?"
"Kapan"
"Hari ini"
"Kenapa ga besok aja"
"Besok aku gabisa"
"Jam berapa?"
"Tiga jam lagi, bisa?"
"Aku masih disekolah.."
"Oh yasudah, hubungi aku kalo bisa"
"Tiga jam lagi, dimana?"
"Cafe depan perpustakaan"
Lalu aku menutup telepon itu tanpa menjawab apapun lagi. Sebuah tempat yg cukup jauh, namun hanya itulah tempat kita berjumpa.
Dua jam berlalu, aku pun segera bergegas, walau dengan sedikit rasa malas.
Sampai didepan pintu cafe, masih dengan sedikit keraguan, kulangkahkan kaki, melewati pembatas antara dua dunia yg menurutku akan membawaku kembali menjelajah waktu. kulihat orang tengah duduk sambil membuka buka halaman sebuah novel, akupun lalu duduk didepannya tanpa berkata satpun,
"Hai"
"Hei, sudah lama?"
"Ngga ko, baru nyampe"
Aku hanya sedikit mlontatkan senyuman "Ada apa?"
"Ada yg ingin aku tanyakan"
"Apa?"
"Kamu kenapa?"
"Maksudmu?"
"Kamu seperti berubah"
"Aku memang seperti ini"
"Kamu bukan kamu yg aku kenal, seperti menjauh dariku"
"Aku hanya melakukan, apa yg harus kulakukan"
"Jika aku salah, bicaralah, biar kita selesaikan"
"Bukan tentang siapa yg benar atau siapa yg salah, tapi tentang benar atau salah"
"Apa yang salah?"
"Sepertinya kau tidak perlu bertanya apa yg sudah kau tau"
"Tolong bicaralah"
"Aku menyukaimu" lalu Aku memalingkan wajah
"Lalu? Menyukai seseorang adalah sbuah hak, jadi apa salahnya?"
"Aku telah menyukai seseorang yg salah"
"Mengapa?"
"Karena aku menyukai seseorang yg mungkin untukupun aku ga tau"
"Mengapa kau tak bilang"
"Aku sudah bilang"
"Maksudmu?"
"Apa kau lupa? Atau memang.. Sudahlah aku memang ga penting untukmu"
"Aku ingat, masih sangat mengingat hari itu"
Aku hanya terdiam
"Lalu apa kau sekarang akan berhenti menyukaiku?"
"Tengah kulakukan"
"Lalu?"
Akupun sedikit melontarkan tawa "Apa kau tau rasanya menyukai seseorang yg tak pernah melihatmu sedikitpun, menyukai seseorang yg kau sendiri tak yakin bahwa ia akan seperti itu, namun kau tetap menyukainya, menyukai atas dasar siapa ia sekarang bukan siapa ia sebelumnya, atau apapun yg mempengaruhinya, bahkan dalam hal apapun kau selalu mengingatnya, namanya slalu terucap dalam setiap doa yg kau panjatkan, lalu..ah sudahlah lagian kau tak akan mengerti apa yg kurasakan. Mudah bagimu menjadi seseorang yg dicintai, namun sukar untuku menjadi orang yg mencintai"
Ia hanya diam dengan menundukan kepala. Akupun lalu beranjak dan berniat untuk pergi, namun tiba tiba ia berdiri "Kamu mau kemana?" tanya nya dengan nada sendu
"Sudahlah, ini sudah berakhir"
"Akupun menyukaimu, menyukai sama seperti apa yg kau bilang barusan, aku menyukaimu, rasa suka ku padamu adalah rasa yg singkat, seperti dimana aku ingin selalu bersamamu, akupun..."
Akupun lalu memeluknya, dan terdengar isak tangisnya, inilah awalnya.
"Haloo.."
"Dimana?"
"Emangnya kenapa?"
"Bisa ketemu?"
"Kapan"
"Hari ini"
"Kenapa ga besok aja"
"Besok aku gabisa"
"Jam berapa?"
"Tiga jam lagi, bisa?"
"Aku masih disekolah.."
"Oh yasudah, hubungi aku kalo bisa"
"Tiga jam lagi, dimana?"
"Cafe depan perpustakaan"
Lalu aku menutup telepon itu tanpa menjawab apapun lagi. Sebuah tempat yg cukup jauh, namun hanya itulah tempat kita berjumpa.
Dua jam berlalu, aku pun segera bergegas, walau dengan sedikit rasa malas.
Sampai didepan pintu cafe, masih dengan sedikit keraguan, kulangkahkan kaki, melewati pembatas antara dua dunia yg menurutku akan membawaku kembali menjelajah waktu. kulihat orang tengah duduk sambil membuka buka halaman sebuah novel, akupun lalu duduk didepannya tanpa berkata satpun,
"Hai"
"Hei, sudah lama?"
"Ngga ko, baru nyampe"
Aku hanya sedikit mlontatkan senyuman "Ada apa?"
"Ada yg ingin aku tanyakan"
"Apa?"
"Kamu kenapa?"
"Maksudmu?"
"Kamu seperti berubah"
"Aku memang seperti ini"
"Kamu bukan kamu yg aku kenal, seperti menjauh dariku"
"Aku hanya melakukan, apa yg harus kulakukan"
"Jika aku salah, bicaralah, biar kita selesaikan"
"Bukan tentang siapa yg benar atau siapa yg salah, tapi tentang benar atau salah"
"Apa yang salah?"
"Sepertinya kau tidak perlu bertanya apa yg sudah kau tau"
"Tolong bicaralah"
"Aku menyukaimu" lalu Aku memalingkan wajah
"Lalu? Menyukai seseorang adalah sbuah hak, jadi apa salahnya?"
"Aku telah menyukai seseorang yg salah"
"Mengapa?"
"Karena aku menyukai seseorang yg mungkin untukupun aku ga tau"
"Mengapa kau tak bilang"
"Aku sudah bilang"
"Maksudmu?"
"Apa kau lupa? Atau memang.. Sudahlah aku memang ga penting untukmu"
"Aku ingat, masih sangat mengingat hari itu"
Aku hanya terdiam
"Lalu apa kau sekarang akan berhenti menyukaiku?"
"Tengah kulakukan"
"Lalu?"
Akupun sedikit melontarkan tawa "Apa kau tau rasanya menyukai seseorang yg tak pernah melihatmu sedikitpun, menyukai seseorang yg kau sendiri tak yakin bahwa ia akan seperti itu, namun kau tetap menyukainya, menyukai atas dasar siapa ia sekarang bukan siapa ia sebelumnya, atau apapun yg mempengaruhinya, bahkan dalam hal apapun kau selalu mengingatnya, namanya slalu terucap dalam setiap doa yg kau panjatkan, lalu..ah sudahlah lagian kau tak akan mengerti apa yg kurasakan. Mudah bagimu menjadi seseorang yg dicintai, namun sukar untuku menjadi orang yg mencintai"
Ia hanya diam dengan menundukan kepala. Akupun lalu beranjak dan berniat untuk pergi, namun tiba tiba ia berdiri "Kamu mau kemana?" tanya nya dengan nada sendu
"Sudahlah, ini sudah berakhir"
"Akupun menyukaimu, menyukai sama seperti apa yg kau bilang barusan, aku menyukaimu, rasa suka ku padamu adalah rasa yg singkat, seperti dimana aku ingin selalu bersamamu, akupun..."
Akupun lalu memeluknya, dan terdengar isak tangisnya, inilah awalnya.
Langganan:
Postingan (Atom)