Kau lupa, kau telah patah hati.
Menangisi seseorang yg bahkan tak perduli, meratapi sebuah moment yg sudah takkan lagi berarti
Kau lupa, kau tengah patah hati.
Oleh seseorang yg tak lagi disini, lalu kau ingat, dengannya kau pernah bahagia, tertawa, dan masih banyak bila harus kau urai dalam sebuah kata.
Kau harus ingat, hatimu kini terluka.
Menangisi sesuatu yg mustahil kau dapati, Kau kira semua akan baik dan akan tetap pada genggamanmu, namun kau harus tau, semuanya telah berakhir.
Kau harus tau, patah hati bukan akhir dari segalanya.
Mungkin hari ini kau menangisi sesuatu yg fana, tapi esok kau harus mendapati sesuatu yg nyata, jangan ragu untuk bangkit, karena langkah takkan tercipta tanpa kau bangkit.
Tekadkan, bahwa kau pantas bahagia.
Bukan harus melulu merasa pilu, ada kalanya kau terpuruk, namun itu hanya sesaat, karena kau bisa cipta apa yg kau suka.
Lalu ingat, kau harus melupa seseorang itu.
Bukannya kau tak suka lagi, namun sadar bahwa kau bukan yg ia kasihi, bukannya tak setia, namun percuma, kasih jika dibalas pedih, lalu kau menjadikannya sebuah kisah, dan melupanya sebagai sejarah.
Bandung 2 Januari 2016