Rokok Legal?
Dalam memperingati Hari
Tanpa Tembakau Internsional atau disingkat HTTI saya akan menjelaskan
sedikit bahaya akan menghisap tembakau atau rokok, sebenarnya saya tidak
merayakan karena hari tanpa tembakau telah saya lakukan setiap hari hehe, dan
di Bandungpun pemerintah secara rutin menyelenggarakan hari tanpa rokok, yang
dilakukan setiap hari selasa disetiap minggunya. Menurut beberapa artikel yang
telah saya baca rokok telah menjadi salah satu trend masyarakat di Indonesia,
ntah itu untuk orang dewasa ataupun anak anak, rokokpun telah menjadi tulang
punggung bagi perekonomian masyarakat Indonesia khususnya dikelas menengah,
banyak pula event event yang disponsori oleh prodak rokok, tapi ada satu contoh
sebuah event yang penyelenggaraannya semakin menarik setelah tidak disponsori
prodak rokok yaitu NBL (National
Basketball L eague) penyelenggaraan event ini lebih menarik dari saat
mereka disponsrori prodak rokok yang kala itu bernama IBL.
Rokok tidak mengenal usia banyak korban yang telah
ditelannya ntah itu orang dewasa ataupun anak anak, dan juga tak memandang gender baik wanita atau pria telah direnggutnya. Menurut
survey yang dilakukan pada tahun 2013 sekitar 60.000 orang Indonesia menjadi
korban rokok setiap tahunnya, dan Indonesia menempati peringkat ke 3 jumah
rakyat yang meninggal akibat rokok setelah China dan India.
Setelah semua itu tapi kenapa rokok masih di legalkan?
mungkin karena rakyat Indonesia terlalu bergantung pada rokok. Oke selanjutnya saya akan membandingkan penyebab dan akibat rokok dengan ganja, ya karena sayapun mendukung Pelegalisiran ganja, bukan karena saya pemakai ganja tapi mungkin anda akan segera tau setelah membaca tulisan berikut :
mungkin karena rakyat Indonesia terlalu bergantung pada rokok. Oke selanjutnya saya akan membandingkan penyebab dan akibat rokok dengan ganja, ya karena sayapun mendukung Pelegalisiran ganja, bukan karena saya pemakai ganja tapi mungkin anda akan segera tau setelah membaca tulisan berikut :
1. Rokok,
1.
Rokok
: adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm
(bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi
daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya
dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung
lainnya.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat menyebabkan ketergantungan, di samping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, dan emfisema.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat menyebabkan ketergantungan, di samping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, dan emfisema.
Berikut adalah beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam
rokok:
1. Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks.
2. Tar, yang terdiri dari lebih dari 4000 bahan kimia yang mana 60 bahan
kimia di antaranya bersifat karsinogenik.
3. Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
4. Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah
terbakar dan tidak berwarna.
5. Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
6. Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga
dikenal sebagai metil alkohol.
7. Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan
hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
8. Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam
kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
9. Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk
mengawetkan
mayat.
10. Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh
semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
11. Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
12. Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang
ditemukan dalam asap buangan mobil.
Contoh gambar akibat perokok
2. Ganja
Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak
lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang
dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.
Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan
ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di
banyak tempat disalahgunakan.
Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara
lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya.
Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang
sangat rendah atau tidak ada sama sekali.
Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi
komponen sayur dan umum disajikan.
Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa
juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.
Ganja hanya hal simple karena ini adalah tumbuhan, bahkan dengan cara dihisap
ganjapun tidak berbahaya bayangkan saja ganja hisap itu hanya daun ganja
dikeringkan lalu digulung menggunakan kertas khusus kemudian dihisap, beda
halnya dengan rokok yang sampai dengan saat ini produsen rokok tersebut tidak pernah
menjelaskan detail komposisi dari rokok tersebut, sampai akhirnya kita semua
tahu bahwa komposisi rokok itu mengandung zat-zat yang sanngat berbahaya, namun
sekali lagi kita masih tetap berusaha untuk memungkiri kenyataan tersebut dan
memilih tetap menghisap rokok karena pemerintah tidak melarang melainkan hanya
memperingatkan.
Mungkin dari tulisan diatas anda
bisa paham mengapa saya mendukung gerakan legalisir ganja, tak apa ganja illegal
jika rokokpun begitu, bila saya disuruh memilih saya lebih memilih menghisap
ganja daripada rokok, karena sampai saat ini tidak ditemukan korban yang tewas
akibat ganja, dan sebaliknya rokok telah menewaskan berjuta juta orang, ya
memang ganja dapat membuat kita berfikir menjadi lebih lambat, tapi itu lebih
baik daripada Mati lebih cepat. Jika
ganja berbahaya, itu artinya rokok MEMATIKAN!!!
Berikut
beberapa gambar dari orang orang yang mendukung legalisir ganja :






























