Rabu, 06 Mei 2015

Untitled

Kriingg..
Suara tanda email masuk itu membuyarkan lamunanku, aku sudah menerka nerka isi dari email tersebut, dan ternyata benar sebuah email tentang undangan reuni yg akan diselenggarakan 2 bulan lagi.
Kembali kuingat memori memori yg telah lama tenggelam dan sudah lama ku lupakan, dan ya, ini yg paling kubenci, kembali teringat sosok seorang yg pernah kusukai, hmm... Mungkin lebih tepatnya yg aku sukai, karena sampai saat ini aku masih menyukainya.
Dia bukan orang yg menonjol, bukan pula seorang yg populer, ia hanya seorang murid biasa yg ntah kenapa dapat membuatku sangat menyukainya, huh, sudahlah lupakan, takperlu kubahas lagi


Waktu yg ditunggu tunggu akhirnya tiba juga, setelah sampai disekolah maksudnya mantan sekolah ku dulu, aku sedikit menyapa teman teman lamaku lalu disana aku hanya diam, hanya melihat hamparan langit yg dipenuhi titik titik cahaya bintang, lalu aku mulai melakukan hobi yg selalu kulakukan. Menulis. Dan ntah apa yg kutulis, aku hanya membiarkan jari jariku menulis apa yang ia ingin. Sial, kini aku melihatnya, dia yang dengan wajah itu, senyum itu, yang hingga kini kuingat sekarang kembali kulihat, kini ia melihat kearahku, kubalas dengat sedikit senyuman, lalu kembali kulanjutkan kegiatanku. Tanpa menoleh kurasakan ada seseorang menghampiriku


"Haii!"
Kudengar suara itu, sangat kukenal, suara yg membuat aku menyukai pemiliknya. Ketika ku toleh ternyata benar, dia, kini dihadapanku, si pemilik suara tersebut. Akupun sedikit canggung, namun tetap bersikap santai
"eh, hai.." sambil kututup tulisan yg sedang kutulis
"kok gk gabung sama yang lain?"
"aku hanya ingin melihat pemandangan malam ini"
"melihat bintang?"
"ya" bodohnya mengapa aku mendadak kaku? "kok kamu juga gk gabung?" kutanya ia
"ada yang harus kukerjakan" katanya
Aku diam
"kau ingin tau apa yg harus kukerjakan?"
"apa?" kutanya 
"mengajakmu kesana"
"ha ha ha"
"lah, kok ketawa?"
"harusnya?"
"kau berdiri"
"Lalu?" aku berdiri
"ikutlah denganku"


Akupun berjalan dibelakangnya, mengikutinya.
Ya, itulah dia, dengan gayanya, selalu berkata apa yg ingin ia katakan tanpa ragu. Aku sudah biasa dengan itu, karena dulu aku sempat satu kelas dengannya, tak lama, namun membuatku bahagia. Namun setelah kenaikan kelas aku tak bisa dekat lagi denganya, sesuatu yang takkan pernah kulupakan ha ha ha, setelah tak sekelas lagi aku masih memperhatikannya, dari jauh. Iapun sepertinya, aku harap.


Aku masih mengikuti langkahnya, kini kita sampai ditempat terramai di acara ini, namun ia tak menghentikan langkahnya, dan berhenti ditempat yg sedikit jauh dari keramaian namun masih dapat melihat ketempat acara inti.


"kok disini?"
"aku tau kau tak suka keramaian"
Tak kujawab, aku hanya mengangguk dan langsung duduk. Kami terdiam beberapa saat sampai tiba tiba ada yg menghampiri kami
"heh, katanya lu mau tampil!" kata orang tersebut
"oh iya, maaf maaf"
"eh, itu siapa?"
"temanku"
"kenalin dong"
"ngga"
"kenapa?"
"ntar malah kau suka ke dia" sambil meliriku
Disana aku hanya menyimak percakapan mereka, dengan sedikit senyuman yg kadang kuperlihatkan.
"aku kesana dulu ya" katanya padaku
"iya"
Namun ia tetap diam, lalu aku bertanya
"katanya mau kesana?"
"iya"
"lalu kenapa kamu ngga kesana?"
"aku ingin kamu ikut"
"kenapa emang?"
"aku ingin melihatmu saat berada diatas sana" sambil menunjuk kearah panggung.
"iya"


Akupun berdiri dan mengikutinya, lalu aku duduk ditempat paling depan, dia bilang sudah dipesan untukku. Disana aku menyaksikan ia dan temannya tampil, mereka membawakan beberapa lagu. Setelah selesai ia turun dan duduk disebelahku.


"kau suka?"
Aku hanya diam
"kalau kamu diam, berarti kamu suka"
"he he he"
"tapi aku gk suka"
"lho, kenapa?"
"kamu tau apa yang aku suka?"
"apa?"
"kamu"
Aku hanya tertawa, selalu saja ia dapat membuatku senang
"kok ketawa?"
"aku hanya senang"
"kau senang aku menyukaimu?"
"sepertinya"


Lalu kami mengobrol seperti biasa tanpa menyinggung percakapan tadi, sampai akhirnya acara selesai, dan teman teman lain bergegas pulang, begitu pula aku.
"kamu pulang sama siapa?"
"sendiri" kujawab singkat
"angkutan umum?"
"iya"
"ku antar"
"ga usah"
"ku antar"
"aku takut merepotkan"
"sudah malam, bahaya"
"kamu menghawatirkanku?"
"tidak, aku menyukaimu"


Kami lalu berbincang sebentar, dan akhirnya ia mengantarku pulang. Dijalan pulang aku lebih banyak diam sampai akhirnya ia bertanya
"apa kau juga menyukaiku?"
Kujawab pelan dan singkat "iya" kuharap ia mendengarnya.
Akhirnya aku sampai dirumah, lalu aku menawarkan untuk masuk dulu padanya


"mampir dulu?"
"ngga, sudah malam"
Akhirnya aku masuk kedalam setelah berterimakasih padanya, dan ketika berbalik untuk menutup gerbang ia menghampiriku, lalu ia bertanya
"apa kamu senang?"
"iya"
"tapi aku ngga"
"kenapa?"
"kamu mau ngebuat aku senang?"
"gimana caranya?"
"ikuti kata kataku"
"oke"
Lalu gestur tubuhnya berubah, seperti orang yang sedang serius
"aku..."
"aku..."
"...mencintai..."
"...mencintai..."
Ia diam beberapa saat, lalu berbicara lagi.
"kamu"
"kamu.. He he he".