Dan..
Seseorang yang memandangmu, bukan dari satu sisi saja, kau tau ia selalu perhatikanmu, kau sadar ia selalu menatapmu bahkan ketika kau tak bersamanya, ia melihatmu dari cara yang berbeda.
Seseorang yang akan mendengarmu, ketika kau berbicara tentang banyak hal, tentang apapun yg kau sukai, ia mendengarkanmu, hanya karena ingin kau merasa nyaman.
Ia akan mendengarmu bahkan ketika ia tak ingin melakukan apapun, ia akan tersenyum bahkan ketika ia sedang merasa gelisah.
Dengannya kau belajar banyak hal, tentang apapun yang membuat dirimu senang, denganya kau tau bagaimana menjadi orang yang dirindukan.
Bahkan ketika ia jauh, kau akan tau bahwa kau adalah seorang yang sangat ia dambakan, ia menghawatirkanmu, tanpa perlu kau mengetahuinya.
Akan ada seseorang yg mengerti seperti apa kau ingin di perlakukan, dengannya kau merasakan kenyamanan, dengannya kau mengerti menjadi seseorang yang dikasihi.
Didepanmu ia selalu berkata:
"Aku mencintaimu, sungguh seperti itu" itu merupakan pernyataan yang cukup lengkap, tak usahlah kau meraguinya
Kau selalu merasa bahwa dia akan selalu ada untukmu, karena dengannya kau bahagia, kau tertawa dan mungkin sesuatu yang lebih menyenangkan dari itu.
Namun terkadang ia merasa ragu, dalam keraguannya tersebut ia tetap mendoakanmu:
"Tuhan, izinkanlah aku bahagia bersamanya, namun jika tidak, aku mohon, bahagiakanlah ia bersama org yang selalu ia sebut dalam doanya"
Seseorang yang selalu memimpikanmu, dalam tidurnya kau yang selalu muncul dalam mimpinya, saat terjaga kau yang pertama diingatnya, saat bahagia ia berharap kau bersamanya, saat gelisah, mungkin ia sedang mengkhawatirkanmu
Ia tau bahwa kau bukan miliknya, ia mengerti bahwa ia tak dapat memaksakan kehendaknya, namun ia tetap mencintaimu, mendamba seorang kau, lalu kau akhirnya mengerti apa itu cinta sejati.
Bandung 27 Desember 2015
Minggu, 27 Desember 2015
Sabtu, 19 Desember 2015
Inilah Akhirnya
Iapun sampai di sebuah persimpangan, sebuah persimpangan yg mengingatkannya kepada sebuah kejadian, kejadian yg telah lama ia lupakan, kejadian yg benar benar mengubah hidupnya
Hari itu aku terbangun dengan dengan sangat tidak bersemangat, hpku masih berbunyi menandakan ada telepon masuk, kulihat ternyata itu panggilan dari Al, lalu kujawab panggilan tersebut.
"Halo.."
"Jam segini masih molor aja, dasar pelor, cepet bangun"
"Iya ini udh bangun"
"Awas telat, cepet sadar haha"
"Iya, baweeell.."
"Yaudah, aku udh mau pergi, daaah"
"Aku jemput ya?"
"Idiih, mandi aja belom so soan mau jemput hahaha, udh ah, jangan telat yaa"
"Hmmm..." aku jawab seadanya, lalu ia menutup panggilannya.
Akupun segera bergegas untuk bersiap siap, setelah selesai segalanya aku langsung tancap gas dengan sepeda motorku, akupun sampai disekolah, sebuah tempat yg selalu ingin kuhapuskan, sebuah tempat yg mengunciku selama kurang lebih delapan jam, namun ada satu hal yg selalu ingin aku temui disekolah.
"Digyaa...."
"Apasih Al.." ya namanya Althea, Althea Calista lengkapnya, hanya itu yg bisa membuatku tersenyum disekolah
"Tumben ga telat haha.."
"Hmmm.." kataku sambil tetap berjalan menuju kelas
"Pulangnya anter aku ya"
"Kemana?"
"Pokoknya anter, ga ada alesan, daaah aku kekelas dulu"
Iapun berlalu, akupun maaul kelas, ya saatnya untuk tertidur lagi.
Tanpa terasa hari sudah menunjukan waktu untuk pulang, akupun menunggu Althea di pintu gerbang, tak lama ia datang lalu kami mulai menuju tempat yg ntah kemana Aku akan dibawa, kami melewati sebuah perempatan lalu tiba tiba aku seperti terhantam sebuah benda besar, dan aku tak ingat apa apa lagi.
"Berita dikoran mengabarkan sebuah motor yg ditumpangi dua orang siswa tertabrak sebuah bus, seorang pria yg yg mengendarai motor ditemukan tewas sementara sang wanita ditemukan dengan keadaan kritis"
Lalu gadis itu berlalu, meninggalkan perempatan tersebut, tempat yg sangat mengubah hidupnya..
Hari itu aku terbangun dengan dengan sangat tidak bersemangat, hpku masih berbunyi menandakan ada telepon masuk, kulihat ternyata itu panggilan dari Al, lalu kujawab panggilan tersebut.
"Halo.."
"Jam segini masih molor aja, dasar pelor, cepet bangun"
"Iya ini udh bangun"
"Awas telat, cepet sadar haha"
"Iya, baweeell.."
"Yaudah, aku udh mau pergi, daaah"
"Aku jemput ya?"
"Idiih, mandi aja belom so soan mau jemput hahaha, udh ah, jangan telat yaa"
"Hmmm..." aku jawab seadanya, lalu ia menutup panggilannya.
Akupun segera bergegas untuk bersiap siap, setelah selesai segalanya aku langsung tancap gas dengan sepeda motorku, akupun sampai disekolah, sebuah tempat yg selalu ingin kuhapuskan, sebuah tempat yg mengunciku selama kurang lebih delapan jam, namun ada satu hal yg selalu ingin aku temui disekolah.
"Digyaa...."
"Apasih Al.." ya namanya Althea, Althea Calista lengkapnya, hanya itu yg bisa membuatku tersenyum disekolah
"Tumben ga telat haha.."
"Hmmm.." kataku sambil tetap berjalan menuju kelas
"Pulangnya anter aku ya"
"Kemana?"
"Pokoknya anter, ga ada alesan, daaah aku kekelas dulu"
Iapun berlalu, akupun maaul kelas, ya saatnya untuk tertidur lagi.
Tanpa terasa hari sudah menunjukan waktu untuk pulang, akupun menunggu Althea di pintu gerbang, tak lama ia datang lalu kami mulai menuju tempat yg ntah kemana Aku akan dibawa, kami melewati sebuah perempatan lalu tiba tiba aku seperti terhantam sebuah benda besar, dan aku tak ingat apa apa lagi.
"Berita dikoran mengabarkan sebuah motor yg ditumpangi dua orang siswa tertabrak sebuah bus, seorang pria yg yg mengendarai motor ditemukan tewas sementara sang wanita ditemukan dengan keadaan kritis"
Lalu gadis itu berlalu, meninggalkan perempatan tersebut, tempat yg sangat mengubah hidupnya..
Jumat, 18 Desember 2015
Inilah Awalnya
Lalu sebuah panggilang masuk ke ponselnya, ia jawab panggilan itu dengan keraguan..
"Haloo.."
"Dimana?"
"Emangnya kenapa?"
"Bisa ketemu?"
"Kapan"
"Hari ini"
"Kenapa ga besok aja"
"Besok aku gabisa"
"Jam berapa?"
"Tiga jam lagi, bisa?"
"Aku masih disekolah.."
"Oh yasudah, hubungi aku kalo bisa"
"Tiga jam lagi, dimana?"
"Cafe depan perpustakaan"
Lalu aku menutup telepon itu tanpa menjawab apapun lagi. Sebuah tempat yg cukup jauh, namun hanya itulah tempat kita berjumpa.
Dua jam berlalu, aku pun segera bergegas, walau dengan sedikit rasa malas.
Sampai didepan pintu cafe, masih dengan sedikit keraguan, kulangkahkan kaki, melewati pembatas antara dua dunia yg menurutku akan membawaku kembali menjelajah waktu. kulihat orang tengah duduk sambil membuka buka halaman sebuah novel, akupun lalu duduk didepannya tanpa berkata satpun,
"Hai"
"Hei, sudah lama?"
"Ngga ko, baru nyampe"
Aku hanya sedikit mlontatkan senyuman "Ada apa?"
"Ada yg ingin aku tanyakan"
"Apa?"
"Kamu kenapa?"
"Maksudmu?"
"Kamu seperti berubah"
"Aku memang seperti ini"
"Kamu bukan kamu yg aku kenal, seperti menjauh dariku"
"Aku hanya melakukan, apa yg harus kulakukan"
"Jika aku salah, bicaralah, biar kita selesaikan"
"Bukan tentang siapa yg benar atau siapa yg salah, tapi tentang benar atau salah"
"Apa yang salah?"
"Sepertinya kau tidak perlu bertanya apa yg sudah kau tau"
"Tolong bicaralah"
"Aku menyukaimu" lalu Aku memalingkan wajah
"Lalu? Menyukai seseorang adalah sbuah hak, jadi apa salahnya?"
"Aku telah menyukai seseorang yg salah"
"Mengapa?"
"Karena aku menyukai seseorang yg mungkin untukupun aku ga tau"
"Mengapa kau tak bilang"
"Aku sudah bilang"
"Maksudmu?"
"Apa kau lupa? Atau memang.. Sudahlah aku memang ga penting untukmu"
"Aku ingat, masih sangat mengingat hari itu"
Aku hanya terdiam
"Lalu apa kau sekarang akan berhenti menyukaiku?"
"Tengah kulakukan"
"Lalu?"
Akupun sedikit melontarkan tawa "Apa kau tau rasanya menyukai seseorang yg tak pernah melihatmu sedikitpun, menyukai seseorang yg kau sendiri tak yakin bahwa ia akan seperti itu, namun kau tetap menyukainya, menyukai atas dasar siapa ia sekarang bukan siapa ia sebelumnya, atau apapun yg mempengaruhinya, bahkan dalam hal apapun kau selalu mengingatnya, namanya slalu terucap dalam setiap doa yg kau panjatkan, lalu..ah sudahlah lagian kau tak akan mengerti apa yg kurasakan. Mudah bagimu menjadi seseorang yg dicintai, namun sukar untuku menjadi orang yg mencintai"
Ia hanya diam dengan menundukan kepala. Akupun lalu beranjak dan berniat untuk pergi, namun tiba tiba ia berdiri "Kamu mau kemana?" tanya nya dengan nada sendu
"Sudahlah, ini sudah berakhir"
"Akupun menyukaimu, menyukai sama seperti apa yg kau bilang barusan, aku menyukaimu, rasa suka ku padamu adalah rasa yg singkat, seperti dimana aku ingin selalu bersamamu, akupun..."
Akupun lalu memeluknya, dan terdengar isak tangisnya, inilah awalnya.
"Haloo.."
"Dimana?"
"Emangnya kenapa?"
"Bisa ketemu?"
"Kapan"
"Hari ini"
"Kenapa ga besok aja"
"Besok aku gabisa"
"Jam berapa?"
"Tiga jam lagi, bisa?"
"Aku masih disekolah.."
"Oh yasudah, hubungi aku kalo bisa"
"Tiga jam lagi, dimana?"
"Cafe depan perpustakaan"
Lalu aku menutup telepon itu tanpa menjawab apapun lagi. Sebuah tempat yg cukup jauh, namun hanya itulah tempat kita berjumpa.
Dua jam berlalu, aku pun segera bergegas, walau dengan sedikit rasa malas.
Sampai didepan pintu cafe, masih dengan sedikit keraguan, kulangkahkan kaki, melewati pembatas antara dua dunia yg menurutku akan membawaku kembali menjelajah waktu. kulihat orang tengah duduk sambil membuka buka halaman sebuah novel, akupun lalu duduk didepannya tanpa berkata satpun,
"Hai"
"Hei, sudah lama?"
"Ngga ko, baru nyampe"
Aku hanya sedikit mlontatkan senyuman "Ada apa?"
"Ada yg ingin aku tanyakan"
"Apa?"
"Kamu kenapa?"
"Maksudmu?"
"Kamu seperti berubah"
"Aku memang seperti ini"
"Kamu bukan kamu yg aku kenal, seperti menjauh dariku"
"Aku hanya melakukan, apa yg harus kulakukan"
"Jika aku salah, bicaralah, biar kita selesaikan"
"Bukan tentang siapa yg benar atau siapa yg salah, tapi tentang benar atau salah"
"Apa yang salah?"
"Sepertinya kau tidak perlu bertanya apa yg sudah kau tau"
"Tolong bicaralah"
"Aku menyukaimu" lalu Aku memalingkan wajah
"Lalu? Menyukai seseorang adalah sbuah hak, jadi apa salahnya?"
"Aku telah menyukai seseorang yg salah"
"Mengapa?"
"Karena aku menyukai seseorang yg mungkin untukupun aku ga tau"
"Mengapa kau tak bilang"
"Aku sudah bilang"
"Maksudmu?"
"Apa kau lupa? Atau memang.. Sudahlah aku memang ga penting untukmu"
"Aku ingat, masih sangat mengingat hari itu"
Aku hanya terdiam
"Lalu apa kau sekarang akan berhenti menyukaiku?"
"Tengah kulakukan"
"Lalu?"
Akupun sedikit melontarkan tawa "Apa kau tau rasanya menyukai seseorang yg tak pernah melihatmu sedikitpun, menyukai seseorang yg kau sendiri tak yakin bahwa ia akan seperti itu, namun kau tetap menyukainya, menyukai atas dasar siapa ia sekarang bukan siapa ia sebelumnya, atau apapun yg mempengaruhinya, bahkan dalam hal apapun kau selalu mengingatnya, namanya slalu terucap dalam setiap doa yg kau panjatkan, lalu..ah sudahlah lagian kau tak akan mengerti apa yg kurasakan. Mudah bagimu menjadi seseorang yg dicintai, namun sukar untuku menjadi orang yg mencintai"
Ia hanya diam dengan menundukan kepala. Akupun lalu beranjak dan berniat untuk pergi, namun tiba tiba ia berdiri "Kamu mau kemana?" tanya nya dengan nada sendu
"Sudahlah, ini sudah berakhir"
"Akupun menyukaimu, menyukai sama seperti apa yg kau bilang barusan, aku menyukaimu, rasa suka ku padamu adalah rasa yg singkat, seperti dimana aku ingin selalu bersamamu, akupun..."
Akupun lalu memeluknya, dan terdengar isak tangisnya, inilah awalnya.
Jumat, 23 Oktober 2015
Who Are You (2)
Lagi, sore ini hal yang sama kulakukan hanya membuka tutup laptopku, ntah apa yg ingin kulakukan sebenarnya, sesaat kulihat jam yg tergantung didinding waktu masih menunjukan pukul 4.30 akupun berniat untuk keluar kamarku dan membuat secangkir kopi, ah sial aku baru ingat sudah berapa cangkir kopi yg aku habiskan hari ini, akhirnya niat itu aku urungkan kembali. Akupun berniat untuk pergi keluar, untuk menghabiskan waktu yg tersisa dihari ini. Ah mendung, kuharap hari ini tidak turun hujan, akupun berjalan menyusuri jalan komplek rumahku, sekedar mencari inspirasi, namun apa yg kudapat hanya rasa bosan yg menghampiri diriku, langkahku terhenti saat berada didepan sebuah halte bis, aku seperti mengingat sesuatu tentang tempat itu.
Tiba tiba, ah hujan turun, dengan terpaksa aku menepi ditempat itu, aku berharap hujan segera berakhir karena hari sudah mulai gelap, pukul berapa sekarang? Ah sial ponselku tertinggal, lalu sekarang apa yg harus kulakukan? Aku hanya tertunduk, duduk diatas sebuah bangku panjang yg tertutup fiber dibagian atas, mungkin bangku itu memang didesain seperti ini, agar dapat ditempati seseorang saat berada dalam situasi sama sepertiku. Sudah hampir 30menit aku menunggu namun hujan tak kunjung reda, tak terlalu besar namun dapat membuatku basah kuyup apabila aku ada didalamnya
Tak lama sebuah bis berhenti didepanku, pintunya terbuka dan bis itu menurunkan seseorang, seorang wanita yg mengenakan sebuah jacket tebal dan celana bahan berwarna hitam. Ia turun dengan sebuah kantung kresek yg di tenteng tangan kirinya, terlihat didalamnya terdapat dua buah minuman kaleng, ia menatapku, lalu ia tersenyum kearahku, aku masih menatapnya heran "Hai K.." hah 'K' mengapa ia memanggilku seperti itu, tunggu dulu itu kan inisial namaku, siapa gadis itu? Apa kita pernah berjumpa. Iapun lalu duduk disebelahku, "Terima kasih, berkat saranmu sekarang aku lebih percaya diri" apa? Saranku? Sejak kapan, apa aku lupa "Mengapa kau diam saja? Apa kau lupa?" "Maaf, tapi sepertinya iya" iapun tersenyum "Kau sepertinya ada masalah, ceritalah, mungkin aku bisa membantu" katanya sambil menyodorkanku sekaleng coffee.
Akupun sedikit ragu namun kucoba bercerita "Aku punya sedikit masalah dengan hobiku" "Apa itu?" tanyanya "Aku senang menulis cerpen namum kali ini aku tak dapat menemukan ide, untuk meneruskan ceritaku yg belum selesai" jawabku "Mengapa bisa seperti itu?" tanyanya kembali, kucoba jelaskan apa yg terjadi "Di setiap cerita yg kubuat, aku selalu ingin ada sesuatu yg baru, aku ingin penilaian terhadap karyaku jadi lebih baik, dan lebih baik pada karya berikutnya" jelasku "Boleh kuliat cerpen yg kau buat?" tanyanya "Maaf ponselku tidak kubawa, tapi kau bisa liat di website ku" setelah kuberitahu nama webnya lalu ia membukanya dan ia membaca beberapa cerpen disana "Tidak buruk, ini malah menarik, tapi dicerpen terakhir kaya bukan kamu banget hahaha.." dari cara bicaranya barusan Ia sepertinya menikmati tulisanku "Lalu apa masalahnya?" tanyanya kembali "Ntahlah, mungkin karena aku lupa caranya menulis cerita dengan caraku sendiri" "Apa yg ingin kau dapat dari ceritamu?" tayanya "Aku hanya ingin seseorang yg membaca ceritaku merasa puas dan memberikan penilaian terhadap cerpenku" jelasku "Tapi apa kau tau, bahwa seniman tidak mengukur karyanya dari rating, jadi jika kau seperti itu, kau lebih mirip buruh seni" jelasnya "Dan menulislah sesuai yg kau mau, tunjukan kepribadianmu dalam tulisanmu, kau akan merasa puas jika begith" tambahnya, tak lama sebuah mobil juke berwarna merah berhenti didepan kami, lalu ia berdiri lalu tersenyum kearahku "Oiya sebenarnya siapa namamu?" tanyanya "Karava, dan kau?" kutanya ia kembali "Okay, sampai jumpa Karava" tanpa ia jawab pertanyaanku ia lalu masuk kedalam mobil didepannya
Bersamaan dengan kepergiannya hujanpun akhirnya berhenti. Kuputuskan untuk pulang karena memang hari sudah gelap, sesampainya dirumah tanpa fikir panjang kurebahkan tubuh ini diranjang tidurku, namun tiba tiba kudengar suara panggilan masuk dari ponselku, tidak ada nama pemanggil, namun kucoba menjawab panggilan "Haloo Karavaaa.." itu kata kata pertama yg kudengar "Maaf ini siapa?" tanyaku "Apa kau lupa siapa yg kau temui tadi?" Hah apakah gadis itu? Untuk apa ia meneleponku? "Oh.. Maaf aku tak punya nomormu" jawabku "Tak apa, aku hanya ingin tau apa kau sudah mengingatku" kurasa ada sedikit bayanga yg tergambar tentangnya, tentang pertemuan kita yg ia ceritakan "Kalau boleh tau siapa namamu?" tanyaku "Aku baru ingat, aku belum memperkenalkan diriku" jawabnya "Namaku......".
Tiba tiba, ah hujan turun, dengan terpaksa aku menepi ditempat itu, aku berharap hujan segera berakhir karena hari sudah mulai gelap, pukul berapa sekarang? Ah sial ponselku tertinggal, lalu sekarang apa yg harus kulakukan? Aku hanya tertunduk, duduk diatas sebuah bangku panjang yg tertutup fiber dibagian atas, mungkin bangku itu memang didesain seperti ini, agar dapat ditempati seseorang saat berada dalam situasi sama sepertiku. Sudah hampir 30menit aku menunggu namun hujan tak kunjung reda, tak terlalu besar namun dapat membuatku basah kuyup apabila aku ada didalamnya
Tak lama sebuah bis berhenti didepanku, pintunya terbuka dan bis itu menurunkan seseorang, seorang wanita yg mengenakan sebuah jacket tebal dan celana bahan berwarna hitam. Ia turun dengan sebuah kantung kresek yg di tenteng tangan kirinya, terlihat didalamnya terdapat dua buah minuman kaleng, ia menatapku, lalu ia tersenyum kearahku, aku masih menatapnya heran "Hai K.." hah 'K' mengapa ia memanggilku seperti itu, tunggu dulu itu kan inisial namaku, siapa gadis itu? Apa kita pernah berjumpa. Iapun lalu duduk disebelahku, "Terima kasih, berkat saranmu sekarang aku lebih percaya diri" apa? Saranku? Sejak kapan, apa aku lupa "Mengapa kau diam saja? Apa kau lupa?" "Maaf, tapi sepertinya iya" iapun tersenyum "Kau sepertinya ada masalah, ceritalah, mungkin aku bisa membantu" katanya sambil menyodorkanku sekaleng coffee.
Akupun sedikit ragu namun kucoba bercerita "Aku punya sedikit masalah dengan hobiku" "Apa itu?" tanyanya "Aku senang menulis cerpen namum kali ini aku tak dapat menemukan ide, untuk meneruskan ceritaku yg belum selesai" jawabku "Mengapa bisa seperti itu?" tanyanya kembali, kucoba jelaskan apa yg terjadi "Di setiap cerita yg kubuat, aku selalu ingin ada sesuatu yg baru, aku ingin penilaian terhadap karyaku jadi lebih baik, dan lebih baik pada karya berikutnya" jelasku "Boleh kuliat cerpen yg kau buat?" tanyanya "Maaf ponselku tidak kubawa, tapi kau bisa liat di website ku" setelah kuberitahu nama webnya lalu ia membukanya dan ia membaca beberapa cerpen disana "Tidak buruk, ini malah menarik, tapi dicerpen terakhir kaya bukan kamu banget hahaha.." dari cara bicaranya barusan Ia sepertinya menikmati tulisanku "Lalu apa masalahnya?" tanyanya kembali "Ntahlah, mungkin karena aku lupa caranya menulis cerita dengan caraku sendiri" "Apa yg ingin kau dapat dari ceritamu?" tayanya "Aku hanya ingin seseorang yg membaca ceritaku merasa puas dan memberikan penilaian terhadap cerpenku" jelasku "Tapi apa kau tau, bahwa seniman tidak mengukur karyanya dari rating, jadi jika kau seperti itu, kau lebih mirip buruh seni" jelasnya "Dan menulislah sesuai yg kau mau, tunjukan kepribadianmu dalam tulisanmu, kau akan merasa puas jika begith" tambahnya, tak lama sebuah mobil juke berwarna merah berhenti didepan kami, lalu ia berdiri lalu tersenyum kearahku "Oiya sebenarnya siapa namamu?" tanyanya "Karava, dan kau?" kutanya ia kembali "Okay, sampai jumpa Karava" tanpa ia jawab pertanyaanku ia lalu masuk kedalam mobil didepannya
Bersamaan dengan kepergiannya hujanpun akhirnya berhenti. Kuputuskan untuk pulang karena memang hari sudah gelap, sesampainya dirumah tanpa fikir panjang kurebahkan tubuh ini diranjang tidurku, namun tiba tiba kudengar suara panggilan masuk dari ponselku, tidak ada nama pemanggil, namun kucoba menjawab panggilan "Haloo Karavaaa.." itu kata kata pertama yg kudengar "Maaf ini siapa?" tanyaku "Apa kau lupa siapa yg kau temui tadi?" Hah apakah gadis itu? Untuk apa ia meneleponku? "Oh.. Maaf aku tak punya nomormu" jawabku "Tak apa, aku hanya ingin tau apa kau sudah mengingatku" kurasa ada sedikit bayanga yg tergambar tentangnya, tentang pertemuan kita yg ia ceritakan "Kalau boleh tau siapa namamu?" tanyaku "Aku baru ingat, aku belum memperkenalkan diriku" jawabnya "Namaku......".
Jumat, 16 Oktober 2015
Bus Stop (1)
Aku masih tertunduk, duduk diatas sebuah bangku panjang yg tertutup fiber dibagian atas, mungkin bangku itu memang didesain seperti ini, agar dapat ditempati seseorang saat berada dalam situasi sama sepertiku. Sudah hampir 30menit aku menunggu namun hujan tak kunjung reda, tak terlalu besar namun dapat membuatku basah kuyup apabila aku ada didalamnya
Tak lama sebuah bis berhenti didepanku, pintunya terbuka dan bis itu menurunkan seseorang, seseorang mengenakan sebuah jacket berpola yang berwarna hitam putih, dan celana traning. Ia turun dengan sebuah kantung kresek yg di tenteng tangan kirinya, terlihat didalamnya terdapat dua buah minuman kaleng, ia menatapku, lalu ia duduk dbangku yg sama denganku, aku menunduk kembali namun sesekali aku melirik kearahnya, kufikir iapun begitu, tak lama ia mengeluarkan sebuah minuman yg ia bawa, terlihat tetesan air mengalir dibagian luarnya, ia membuka minuman itu yg ternyata setelah kuperhatikan adalah coffee, ia meneguknya, sekali, dua kali, lalu ia simpan di sebelahnya. Ia mengeluarkan kaleng satunya, ia menyodorkannya kearahku, aku menatapnya, lalu ia berkata "Ambilah, aku hanya bisa menghabiskan satu kaleng saja" mengapa ia membeli dua jika hanya dapat menghabiskan satu saja, ia masih menyodorkan minuman itu, akupun mengambiilnya "Terima kasih" itu suara yg keluar dari mulutku, aku lalu meminumnya, kamipun kembali terdiam hingga akhirnya ia berbicara "Kau sedang ada masalah?" aku hanya menggelengkan kepala "Kau sepertinya orang yg hati hati" Aku lalu menatapnya "Yaa, kau ragu bercerita pada orang lain", akhirnya aku memberanikan diri untuk bercerita padanya, dia orang yg cukup menarik, aku sedikit terhibur ketika berbicara dengannya, hingga akhirnya sebuah mobil biru berhenti didepan kami, lalu ia meneguk sisa coffee yg masih tersisa "Sampai jumpa lagi, percayalah kau sendiri yg menentukan kau nanti seperti apa, jangan terlalu terpengaruh perkataan orang" itu yg ia katakan sebelum ia meninggalkan ku dan bangku panjang ini, mobil itu bergerak perlahan hingga akhirnya hilang tak terlihat, pukul 7.12 sepertinya aku harus pulang dan terimakasih 'K' karena hanya itu yg kutau setelah membaca secarik kertas yg ia berikan sesaat sebelum ia menaiki mobil itu " K... 085974563XXX" sungguh orang yg aneh, aah sudahlah mungkin itu akhir dari cerita ini.
Tak lama sebuah bis berhenti didepanku, pintunya terbuka dan bis itu menurunkan seseorang, seseorang mengenakan sebuah jacket berpola yang berwarna hitam putih, dan celana traning. Ia turun dengan sebuah kantung kresek yg di tenteng tangan kirinya, terlihat didalamnya terdapat dua buah minuman kaleng, ia menatapku, lalu ia duduk dbangku yg sama denganku, aku menunduk kembali namun sesekali aku melirik kearahnya, kufikir iapun begitu, tak lama ia mengeluarkan sebuah minuman yg ia bawa, terlihat tetesan air mengalir dibagian luarnya, ia membuka minuman itu yg ternyata setelah kuperhatikan adalah coffee, ia meneguknya, sekali, dua kali, lalu ia simpan di sebelahnya. Ia mengeluarkan kaleng satunya, ia menyodorkannya kearahku, aku menatapnya, lalu ia berkata "Ambilah, aku hanya bisa menghabiskan satu kaleng saja" mengapa ia membeli dua jika hanya dapat menghabiskan satu saja, ia masih menyodorkan minuman itu, akupun mengambiilnya "Terima kasih" itu suara yg keluar dari mulutku, aku lalu meminumnya, kamipun kembali terdiam hingga akhirnya ia berbicara "Kau sedang ada masalah?" aku hanya menggelengkan kepala "Kau sepertinya orang yg hati hati" Aku lalu menatapnya "Yaa, kau ragu bercerita pada orang lain", akhirnya aku memberanikan diri untuk bercerita padanya, dia orang yg cukup menarik, aku sedikit terhibur ketika berbicara dengannya, hingga akhirnya sebuah mobil biru berhenti didepan kami, lalu ia meneguk sisa coffee yg masih tersisa "Sampai jumpa lagi, percayalah kau sendiri yg menentukan kau nanti seperti apa, jangan terlalu terpengaruh perkataan orang" itu yg ia katakan sebelum ia meninggalkan ku dan bangku panjang ini, mobil itu bergerak perlahan hingga akhirnya hilang tak terlihat, pukul 7.12 sepertinya aku harus pulang dan terimakasih 'K' karena hanya itu yg kutau setelah membaca secarik kertas yg ia berikan sesaat sebelum ia menaiki mobil itu " K... 085974563XXX" sungguh orang yg aneh, aah sudahlah mungkin itu akhir dari cerita ini.
Rabu, 06 Mei 2015
Untitled
Kriingg..
Suara tanda email masuk itu membuyarkan lamunanku, aku sudah menerka nerka isi dari email tersebut, dan ternyata benar sebuah email tentang undangan reuni yg akan diselenggarakan 2 bulan lagi.
Kembali kuingat memori memori yg telah lama tenggelam dan sudah lama ku lupakan, dan ya, ini yg paling kubenci, kembali teringat sosok seorang yg pernah kusukai, hmm... Mungkin lebih tepatnya yg aku sukai, karena sampai saat ini aku masih menyukainya.
Dia bukan orang yg menonjol, bukan pula seorang yg populer, ia hanya seorang murid biasa yg ntah kenapa dapat membuatku sangat menyukainya, huh, sudahlah lupakan, takperlu kubahas lagi
Waktu yg ditunggu tunggu akhirnya tiba juga, setelah sampai disekolah maksudnya mantan sekolah ku dulu, aku sedikit menyapa teman teman lamaku lalu disana aku hanya diam, hanya melihat hamparan langit yg dipenuhi titik titik cahaya bintang, lalu aku mulai melakukan hobi yg selalu kulakukan. Menulis. Dan ntah apa yg kutulis, aku hanya membiarkan jari jariku menulis apa yang ia ingin. Sial, kini aku melihatnya, dia yang dengan wajah itu, senyum itu, yang hingga kini kuingat sekarang kembali kulihat, kini ia melihat kearahku, kubalas dengat sedikit senyuman, lalu kembali kulanjutkan kegiatanku. Tanpa menoleh kurasakan ada seseorang menghampiriku
"Haii!"
Kudengar suara itu, sangat kukenal, suara yg membuat aku menyukai pemiliknya. Ketika ku toleh ternyata benar, dia, kini dihadapanku, si pemilik suara tersebut. Akupun sedikit canggung, namun tetap bersikap santai
"eh, hai.." sambil kututup tulisan yg sedang kutulis
"kok gk gabung sama yang lain?"
"aku hanya ingin melihat pemandangan malam ini"
"melihat bintang?"
"ya" bodohnya mengapa aku mendadak kaku? "kok kamu juga gk gabung?" kutanya ia
"ada yang harus kukerjakan" katanya
Aku diam
"kau ingin tau apa yg harus kukerjakan?"
"apa?" kutanya
"mengajakmu kesana"
"ha ha ha"
"lah, kok ketawa?"
"harusnya?"
"kau berdiri"
"Lalu?" aku berdiri
"ikutlah denganku"
Akupun berjalan dibelakangnya, mengikutinya.
Ya, itulah dia, dengan gayanya, selalu berkata apa yg ingin ia katakan tanpa ragu. Aku sudah biasa dengan itu, karena dulu aku sempat satu kelas dengannya, tak lama, namun membuatku bahagia. Namun setelah kenaikan kelas aku tak bisa dekat lagi denganya, sesuatu yang takkan pernah kulupakan ha ha ha, setelah tak sekelas lagi aku masih memperhatikannya, dari jauh. Iapun sepertinya, aku harap.
Aku masih mengikuti langkahnya, kini kita sampai ditempat terramai di acara ini, namun ia tak menghentikan langkahnya, dan berhenti ditempat yg sedikit jauh dari keramaian namun masih dapat melihat ketempat acara inti.
"kok disini?"
"aku tau kau tak suka keramaian"
Tak kujawab, aku hanya mengangguk dan langsung duduk. Kami terdiam beberapa saat sampai tiba tiba ada yg menghampiri kami
"heh, katanya lu mau tampil!" kata orang tersebut
"oh iya, maaf maaf"
"eh, itu siapa?"
"temanku"
"kenalin dong"
"ngga"
"kenapa?"
"ntar malah kau suka ke dia" sambil meliriku
Disana aku hanya menyimak percakapan mereka, dengan sedikit senyuman yg kadang kuperlihatkan.
"aku kesana dulu ya" katanya padaku
"iya"
Namun ia tetap diam, lalu aku bertanya
"katanya mau kesana?"
"iya"
"lalu kenapa kamu ngga kesana?"
"aku ingin kamu ikut"
"kenapa emang?"
"aku ingin melihatmu saat berada diatas sana" sambil menunjuk kearah panggung.
"iya"
Akupun berdiri dan mengikutinya, lalu aku duduk ditempat paling depan, dia bilang sudah dipesan untukku. Disana aku menyaksikan ia dan temannya tampil, mereka membawakan beberapa lagu. Setelah selesai ia turun dan duduk disebelahku.
"kau suka?"
Aku hanya diam
"kalau kamu diam, berarti kamu suka"
"he he he"
"tapi aku gk suka"
"lho, kenapa?"
"kamu tau apa yang aku suka?"
"apa?"
"kamu"
Aku hanya tertawa, selalu saja ia dapat membuatku senang
"kok ketawa?"
"aku hanya senang"
"kau senang aku menyukaimu?"
"sepertinya"
Lalu kami mengobrol seperti biasa tanpa menyinggung percakapan tadi, sampai akhirnya acara selesai, dan teman teman lain bergegas pulang, begitu pula aku.
"kamu pulang sama siapa?"
"sendiri" kujawab singkat
"angkutan umum?"
"iya"
"ku antar"
"ga usah"
"ku antar"
"aku takut merepotkan"
"sudah malam, bahaya"
"kamu menghawatirkanku?"
"tidak, aku menyukaimu"
Kami lalu berbincang sebentar, dan akhirnya ia mengantarku pulang. Dijalan pulang aku lebih banyak diam sampai akhirnya ia bertanya
"apa kau juga menyukaiku?"
Kujawab pelan dan singkat "iya" kuharap ia mendengarnya.
Akhirnya aku sampai dirumah, lalu aku menawarkan untuk masuk dulu padanya
"mampir dulu?"
"ngga, sudah malam"
Akhirnya aku masuk kedalam setelah berterimakasih padanya, dan ketika berbalik untuk menutup gerbang ia menghampiriku, lalu ia bertanya
"apa kamu senang?"
"iya"
"tapi aku ngga"
"kenapa?"
"kamu mau ngebuat aku senang?"
"gimana caranya?"
"ikuti kata kataku"
"oke"
Lalu gestur tubuhnya berubah, seperti orang yang sedang serius
"aku..."
"aku..."
"...mencintai..."
"...mencintai..."
Ia diam beberapa saat, lalu berbicara lagi.
"kamu"
"kamu.. He he he".
Suara tanda email masuk itu membuyarkan lamunanku, aku sudah menerka nerka isi dari email tersebut, dan ternyata benar sebuah email tentang undangan reuni yg akan diselenggarakan 2 bulan lagi.
Kembali kuingat memori memori yg telah lama tenggelam dan sudah lama ku lupakan, dan ya, ini yg paling kubenci, kembali teringat sosok seorang yg pernah kusukai, hmm... Mungkin lebih tepatnya yg aku sukai, karena sampai saat ini aku masih menyukainya.
Dia bukan orang yg menonjol, bukan pula seorang yg populer, ia hanya seorang murid biasa yg ntah kenapa dapat membuatku sangat menyukainya, huh, sudahlah lupakan, takperlu kubahas lagi
Waktu yg ditunggu tunggu akhirnya tiba juga, setelah sampai disekolah maksudnya mantan sekolah ku dulu, aku sedikit menyapa teman teman lamaku lalu disana aku hanya diam, hanya melihat hamparan langit yg dipenuhi titik titik cahaya bintang, lalu aku mulai melakukan hobi yg selalu kulakukan. Menulis. Dan ntah apa yg kutulis, aku hanya membiarkan jari jariku menulis apa yang ia ingin. Sial, kini aku melihatnya, dia yang dengan wajah itu, senyum itu, yang hingga kini kuingat sekarang kembali kulihat, kini ia melihat kearahku, kubalas dengat sedikit senyuman, lalu kembali kulanjutkan kegiatanku. Tanpa menoleh kurasakan ada seseorang menghampiriku
"Haii!"
Kudengar suara itu, sangat kukenal, suara yg membuat aku menyukai pemiliknya. Ketika ku toleh ternyata benar, dia, kini dihadapanku, si pemilik suara tersebut. Akupun sedikit canggung, namun tetap bersikap santai
"eh, hai.." sambil kututup tulisan yg sedang kutulis
"kok gk gabung sama yang lain?"
"aku hanya ingin melihat pemandangan malam ini"
"melihat bintang?"
"ya" bodohnya mengapa aku mendadak kaku? "kok kamu juga gk gabung?" kutanya ia
"ada yang harus kukerjakan" katanya
Aku diam
"kau ingin tau apa yg harus kukerjakan?"
"apa?" kutanya
"mengajakmu kesana"
"ha ha ha"
"lah, kok ketawa?"
"harusnya?"
"kau berdiri"
"Lalu?" aku berdiri
"ikutlah denganku"
Akupun berjalan dibelakangnya, mengikutinya.
Ya, itulah dia, dengan gayanya, selalu berkata apa yg ingin ia katakan tanpa ragu. Aku sudah biasa dengan itu, karena dulu aku sempat satu kelas dengannya, tak lama, namun membuatku bahagia. Namun setelah kenaikan kelas aku tak bisa dekat lagi denganya, sesuatu yang takkan pernah kulupakan ha ha ha, setelah tak sekelas lagi aku masih memperhatikannya, dari jauh. Iapun sepertinya, aku harap.
Aku masih mengikuti langkahnya, kini kita sampai ditempat terramai di acara ini, namun ia tak menghentikan langkahnya, dan berhenti ditempat yg sedikit jauh dari keramaian namun masih dapat melihat ketempat acara inti.
"kok disini?"
"aku tau kau tak suka keramaian"
Tak kujawab, aku hanya mengangguk dan langsung duduk. Kami terdiam beberapa saat sampai tiba tiba ada yg menghampiri kami
"heh, katanya lu mau tampil!" kata orang tersebut
"oh iya, maaf maaf"
"eh, itu siapa?"
"temanku"
"kenalin dong"
"ngga"
"kenapa?"
"ntar malah kau suka ke dia" sambil meliriku
Disana aku hanya menyimak percakapan mereka, dengan sedikit senyuman yg kadang kuperlihatkan.
"aku kesana dulu ya" katanya padaku
"iya"
Namun ia tetap diam, lalu aku bertanya
"katanya mau kesana?"
"iya"
"lalu kenapa kamu ngga kesana?"
"aku ingin kamu ikut"
"kenapa emang?"
"aku ingin melihatmu saat berada diatas sana" sambil menunjuk kearah panggung.
"iya"
Akupun berdiri dan mengikutinya, lalu aku duduk ditempat paling depan, dia bilang sudah dipesan untukku. Disana aku menyaksikan ia dan temannya tampil, mereka membawakan beberapa lagu. Setelah selesai ia turun dan duduk disebelahku.
"kau suka?"
Aku hanya diam
"kalau kamu diam, berarti kamu suka"
"he he he"
"tapi aku gk suka"
"lho, kenapa?"
"kamu tau apa yang aku suka?"
"apa?"
"kamu"
Aku hanya tertawa, selalu saja ia dapat membuatku senang
"kok ketawa?"
"aku hanya senang"
"kau senang aku menyukaimu?"
"sepertinya"
Lalu kami mengobrol seperti biasa tanpa menyinggung percakapan tadi, sampai akhirnya acara selesai, dan teman teman lain bergegas pulang, begitu pula aku.
"kamu pulang sama siapa?"
"sendiri" kujawab singkat
"angkutan umum?"
"iya"
"ku antar"
"ga usah"
"ku antar"
"aku takut merepotkan"
"sudah malam, bahaya"
"kamu menghawatirkanku?"
"tidak, aku menyukaimu"
Kami lalu berbincang sebentar, dan akhirnya ia mengantarku pulang. Dijalan pulang aku lebih banyak diam sampai akhirnya ia bertanya
"apa kau juga menyukaiku?"
Kujawab pelan dan singkat "iya" kuharap ia mendengarnya.
Akhirnya aku sampai dirumah, lalu aku menawarkan untuk masuk dulu padanya
"mampir dulu?"
"ngga, sudah malam"
Akhirnya aku masuk kedalam setelah berterimakasih padanya, dan ketika berbalik untuk menutup gerbang ia menghampiriku, lalu ia bertanya
"apa kamu senang?"
"iya"
"tapi aku ngga"
"kenapa?"
"kamu mau ngebuat aku senang?"
"gimana caranya?"
"ikuti kata kataku"
"oke"
Lalu gestur tubuhnya berubah, seperti orang yang sedang serius
"aku..."
"aku..."
"...mencintai..."
"...mencintai..."
Ia diam beberapa saat, lalu berbicara lagi.
"kamu"
"kamu.. He he he".
Minggu, 22 Maret 2015
Sederhana Sih!
Bahagia....
Kebahagiaan itu sesuatu yang ingin dirasakan oleh setiap insan diseluruh dunia.
setiap orang punya cara sendiri untuk mendapatkan kebahagiannya.
Ntah itu kebahagiaan utuk ia sendiri, atau untuk orang orang yang disekitarnya.
Sebernarnya bahagia itu sederhana,
sesederhana ketika anak kecil sedang bermain,
seperti dikasih kerupuk yang banyak sama tukang bubur,
ketika mendengar adzan maghrib saat ramadhan,
ketika bangun pagi dihari libur,
saat melihat pelangi sehabis hujan,
saat menikmati secangkir teh hangat dipagi hari,
seperti ketika dapat menyeesaikan soal test,
dan ketika memanggil kenangan lama yang indah.
Hal kecil, tapi dapat membuat bahagia,
sederhana, namun dapat membuat tersenyum,
karena kesederhanaan dapat memunculkan senyum yang tulus.
Sederhana sih!
Langganan:
Postingan (Atom)