Jumat, 09 Mei 2014

ABOUT UN (Ujian Nasional)

UN….


Oke postingan saya kali ini akan membahas tentang UN atau mungkin lebih dikenal dengan ujian nasional, saya mempost tuliasan ini untuk kalian baca *iyalah tulisan dibaca,, khususnya oleh kamu.. iya kamu.. *hening seketika….. oke skip, tanpa panjang lebar kita langsung masuk ke topik pembicaraan saja

UN, Ujian Negara atau Ujian Nasional, adalah ujian yang akan diikuti oleh para siswa akhir, kelas 6 (SD) 9(SMP) dan 12(SMA), disini saya akan mengeluarkan kegelisahan saya tentang UN. Tapi sebelumnya ini adalah tulisan yang mungkin kalian tau 
“No 1 Sd 12 Naskah tidak bersampul
No 13 Sd 38 Naskah bersampul
No 39 Sd 50 Naskah tidak bersampul
Jika ada soal ganda kerjakan di naskah yang tidak bersampul”
Jika kalian tau tulisan itu maka kalian pernah merasakan kekesalan yang luar biasa…..
Oke kembali ke topik pembicaraan


Yang pertama tentang mata pelajaran.
Kenapa hanya 4 mata pelajaran yang diujiaankan, padahal kita disekolah tidak hanya mempelajari 4 mata pelajaran itu, kenapa ini saya permasalahkan? Soalnya jika ada murid yang kurang ahli dalam mata pelajaran tersebut dan ahli dalam pelajaran lain, akan sedikit memaksa untuk lebih bekerja keras di banding  murid murid lain, dan bisa saja itu merugikan murid tersebut.


Lalu tentang pelaksanaan. Mungkin jika tentang pelaksanaan secara keseluruhan cukup bagus, tapi yang menjadi permasalahan tentang pelaksanaan UN Sekolah Menengah Pertama tahun ini, khususnya pada hari pertama, yaitu pelajaran Bahasa Indonesia. Menurut saya itu bisa dibilang sangat buruk, kenapa? Karena naskah soal yang kita dapat sangat amburadul, ada soal bersampul, ada yang tidak bersampul, dan itu membuat peserta sedikit kebingungan dalam mengerjakan soal.

Selanjutnya tentang desas desus “Kunci Jawaban”. Apakah memang ada kunci jawaban itu? Jika benar ada dan kita mendapatkannya, apakah benar sesuai dengan paket yang kita kerjakan, dan bagaimana kita bisa tau paket soal yang akan kita kerjakan.

Dan yang terakhir, tentang penarapan satandar UN. Pemerintah Terapkan Standar UN se-Indonesia sama, sedangkan fasilitas pendidikan jauh beda, mulai dari Infrastruktur, cara belajar hingga pengajarnya. Dan itu membuat mohon maaf sebelumnnya, siswa siswa yang bersekolah di daerah plosok sedikit kesulitan, karena perbedaan tersebut….

Oke sekian, mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan pada tulisan ini, mohon maaf jika ada kesalahan, karena hanya tuhan yang maha benar. Dan saya akan sedikit meng-copy tulisan dari @Negativisme sebagai penutupnya  Maha Benar Tuhan, Maha Kadang-kadang manusia. Dan pastilah mahal benar biaya UN, padahal itu bukan sistem yang baik untuk pendidikan.

Sekian~


1 komentar: