Lalu sebuah panggilang masuk ke ponselnya, ia jawab panggilan itu dengan keraguan..
"Haloo.."
"Dimana?"
"Emangnya kenapa?"
"Bisa ketemu?"
"Kapan"
"Hari ini"
"Kenapa ga besok aja"
"Besok aku gabisa"
"Jam berapa?"
"Tiga jam lagi, bisa?"
"Aku masih disekolah.."
"Oh yasudah, hubungi aku kalo bisa"
"Tiga jam lagi, dimana?"
"Cafe depan perpustakaan"
Lalu aku menutup telepon itu tanpa menjawab apapun lagi. Sebuah tempat yg cukup jauh, namun hanya itulah tempat kita berjumpa.
Dua jam berlalu, aku pun segera bergegas, walau dengan sedikit rasa malas.
Sampai didepan pintu cafe, masih dengan sedikit keraguan, kulangkahkan kaki, melewati pembatas antara dua dunia yg menurutku akan membawaku kembali menjelajah waktu. kulihat orang tengah duduk sambil membuka buka halaman sebuah novel, akupun lalu duduk didepannya tanpa berkata satpun,
"Hai"
"Hei, sudah lama?"
"Ngga ko, baru nyampe"
Aku hanya sedikit mlontatkan senyuman "Ada apa?"
"Ada yg ingin aku tanyakan"
"Apa?"
"Kamu kenapa?"
"Maksudmu?"
"Kamu seperti berubah"
"Aku memang seperti ini"
"Kamu bukan kamu yg aku kenal, seperti menjauh dariku"
"Aku hanya melakukan, apa yg harus kulakukan"
"Jika aku salah, bicaralah, biar kita selesaikan"
"Bukan tentang siapa yg benar atau siapa yg salah, tapi tentang benar atau salah"
"Apa yang salah?"
"Sepertinya kau tidak perlu bertanya apa yg sudah kau tau"
"Tolong bicaralah"
"Aku menyukaimu" lalu Aku memalingkan wajah
"Lalu? Menyukai seseorang adalah sbuah hak, jadi apa salahnya?"
"Aku telah menyukai seseorang yg salah"
"Mengapa?"
"Karena aku menyukai seseorang yg mungkin untukupun aku ga tau"
"Mengapa kau tak bilang"
"Aku sudah bilang"
"Maksudmu?"
"Apa kau lupa? Atau memang.. Sudahlah aku memang ga penting untukmu"
"Aku ingat, masih sangat mengingat hari itu"
Aku hanya terdiam
"Lalu apa kau sekarang akan berhenti menyukaiku?"
"Tengah kulakukan"
"Lalu?"
Akupun sedikit melontarkan tawa "Apa kau tau rasanya menyukai seseorang yg tak pernah melihatmu sedikitpun, menyukai seseorang yg kau sendiri tak yakin bahwa ia akan seperti itu, namun kau tetap menyukainya, menyukai atas dasar siapa ia sekarang bukan siapa ia sebelumnya, atau apapun yg mempengaruhinya, bahkan dalam hal apapun kau selalu mengingatnya, namanya slalu terucap dalam setiap doa yg kau panjatkan, lalu..ah sudahlah lagian kau tak akan mengerti apa yg kurasakan. Mudah bagimu menjadi seseorang yg dicintai, namun sukar untuku menjadi orang yg mencintai"
Ia hanya diam dengan menundukan kepala. Akupun lalu beranjak dan berniat untuk pergi, namun tiba tiba ia berdiri "Kamu mau kemana?" tanya nya dengan nada sendu
"Sudahlah, ini sudah berakhir"
"Akupun menyukaimu, menyukai sama seperti apa yg kau bilang barusan, aku menyukaimu, rasa suka ku padamu adalah rasa yg singkat, seperti dimana aku ingin selalu bersamamu, akupun..."
Akupun lalu memeluknya, dan terdengar isak tangisnya, inilah awalnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar