Jumat, 16 Oktober 2015

Bus Stop (1)

Aku masih tertunduk, duduk diatas sebuah bangku panjang yg tertutup fiber dibagian atas, mungkin bangku itu memang didesain seperti ini, agar dapat ditempati seseorang saat berada dalam situasi sama sepertiku. Sudah hampir 30menit aku menunggu namun hujan tak kunjung reda, tak terlalu besar namun dapat membuatku basah kuyup apabila aku ada didalamnya

Tak lama sebuah bis berhenti didepanku, pintunya terbuka dan bis itu menurunkan seseorang, seseorang mengenakan sebuah jacket berpola yang berwarna hitam putih, dan celana traning. Ia turun dengan sebuah kantung kresek yg di tenteng tangan kirinya, terlihat didalamnya terdapat dua buah minuman kaleng, ia menatapku, lalu ia duduk dbangku yg sama denganku, aku menunduk kembali namun sesekali aku melirik kearahnya, kufikir iapun begitu, tak lama ia mengeluarkan sebuah minuman yg ia bawa, terlihat tetesan air mengalir dibagian luarnya, ia membuka minuman itu yg ternyata setelah kuperhatikan adalah coffee, ia meneguknya, sekali, dua kali, lalu ia simpan di sebelahnya. Ia mengeluarkan kaleng satunya, ia menyodorkannya kearahku, aku menatapnya, lalu ia berkata "Ambilah, aku hanya bisa menghabiskan satu kaleng saja"  mengapa ia membeli dua jika hanya dapat menghabiskan satu saja, ia masih menyodorkan minuman itu, akupun mengambiilnya "Terima kasih" itu suara yg keluar dari mulutku, aku lalu meminumnya, kamipun kembali terdiam hingga akhirnya ia berbicara "Kau sedang ada masalah?" aku hanya menggelengkan kepala "Kau sepertinya orang yg hati hati" Aku lalu menatapnya "Yaa, kau ragu bercerita pada orang lain", akhirnya aku memberanikan diri untuk bercerita padanya, dia orang yg cukup menarik, aku sedikit terhibur ketika berbicara dengannya, hingga akhirnya sebuah mobil biru berhenti didepan kami, lalu ia meneguk sisa coffee yg masih tersisa "Sampai jumpa lagi, percayalah kau sendiri yg menentukan kau nanti seperti apa, jangan terlalu terpengaruh perkataan orang" itu yg ia katakan sebelum ia meninggalkan ku dan bangku panjang ini, mobil itu bergerak perlahan hingga akhirnya hilang tak terlihat, pukul 7.12 sepertinya aku harus pulang dan terimakasih 'K' karena hanya itu yg kutau setelah membaca secarik kertas yg ia berikan sesaat sebelum ia menaiki mobil itu " K... 085974563XXX" sungguh orang yg aneh, aah sudahlah mungkin itu akhir dari cerita ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar