Cinta Sejati
“Mungkinkah dia jatuh hati Seperti apa yang ku rasa, Mungkin kah dia jatuh cinta Seperti apa yang ku damba
Tuhan yakinkan dia Tuk jatuh cinta Hanya untukku
Andai dia tahu…”
Tuhan yakinkan dia Tuk jatuh cinta Hanya untukku
Andai dia tahu…”
Lagu
dari kahitna tersebut terus kuputar dalam kamarku, sehingga membuat
pikiranku terbang mengkhayal pada kejadian 1 tahun yang lalu.
Cinta
sejati. Apakah itu benar benar ada? Apakah kalian percaya akan itu?
Akan "Cinta Sejati" yang konon katanya dimiliki semua orang? Cinta yang
“katanya” sangat indah dan menyenangkan? Mitos cinta sejati yang terus
menerus melolong dihatiku. Sejak awal mula aku mengenal dia Althea
Callista atau yang biasa di panggil Althea.
Suda
satu tahun sewaktu kejadian pada hari itu. Kupandangi sebuah benda yang
tergantung di tembok kamarku. Aku tersenyum menatap benda itu. Mungkin
kalian tidak akan pernah bisa menebak apa yang ada disana.
Bukan
jam dinding sebuah bingkai foto ataupun lukisan. Hanya sebuah kain
sapu tangan. Kain sapu tangan miliknya yang ter jatuh 1 tahun lalu saat
perpisahan SMP. Dia sama sekali tidak tahu bawa aku yang mengambilnya,
sebenarnya aku ingin mengembalikannya namun aku tak bisa melawan rasa
malu yang terus menerus menyelimuti hati ini. Bahkan, mungkin dia tidak
akan mengingatku. Aku hanya satu dari ratusan penggemarnya di sekolah.
***
Dia
bukan artis. Dia hanyalah siswi cantik dan cerdas di sekolahku. Dia
kaya dan pintar. Sifatnya yang cuek justru menjadi daya tarik bagi para
kaum adam, termasuk aku. Tapi, bisa dibilang, aku tidak terlalu
menunjukkan diri bahwa aku menyukainya. Terbukti. Aku tidak pernah
menyapa ataupun menegurnya, walaupun saat di tahun pertama aku sempat
masuk kelas yang sama, jangankan menyapanya untuk melihat wajahnya saja
aku hanya curi curi pandang. Mungkin karena aku terlalu malu untuk
menyapanya. Aku hanya menyukainya lewat diam.
Bahkan, Kain ini aku simpan diam diam, hanya untuk kenang kenangan, karena aku tahu dia akan melanjutkan study ke luar negeri.
Aku
kembali tersenyum manis saat melihat kain itu. Orang bilang, apapun
itu, jika memang jodoh, maka dia akan kembali lagi dan lagi. Dan aku
percaya dia akan kembali kulihat suatu saat nanti.
Aku mengambil kain itu. Kupeluk- peluk dan kubelai. Ku ajak tertawa dan tersenyum, seperti sedang berinteraksi.
Gila.
Konyol memang. Setelah selesai dengan kegiatanku itu, aku membawanya
kedekat jendela, saat kududuk di jendela tanpa terasa aku tertidur, aku
tersadar saat kain itu terlepas dari tanganku. Dan...
Syuuuut...
Syuuuut...
Angin
bertiup menerbangkan kain kenangan itu keluar jendela dan jatuh
dihalaman rumah. Dengan sigap aku lari keluar rumah dan mengejar kain
itu. Itu adalah satu- satunya milikku yang mampu membuatku mengingatnya.
Saat aku hampir mengambilnya, angin kembali meniupnya menjauhiku. Argh! Angin ini! Batinku kesal.
Aku kembali mengejar kain itu dengan cepat. Dan saat aku hampir mendapatkannya kembali...
"Argh!!
Sial banget sih?! Malah keinjek lagi!" seruku kesal saat tahu kain itu
di injak seseorang. Orang itu mengambil kain yang ada di injakannya itu.
Aku masih menatap jalanan berdebu dengan kesal.
"Jadi,
daritadi kamu ngejar ngejar kain ini ya?" ucap orang itu. Suara yang
sangat familiar di telinga ku. Ku tengadahkan kepalaku menatap wajah
orang itu.
DEG!!!!
Di...
Diakan? Diakan pemilik kain itu sebenarnya? Althea. Cewek cantik,
keren dan pintar ah perfectlah, tapi... Bagaimana bisa? Ucap ku dalam
hati
"Ma... af. Aku ngambil sapu tangan kamu...."
"gapapa kok Praz. Beneran deh gapapa. Karena, aku juga udah foto kamu diam- diam waktu itu." ucap nya padaku.
“Dia... Tau namaku? foto?! Diam- diam?" akupun agak tersentak kaget mendengar ucapan itu keluar dari mulutnya.
"Lebih baik, ngobrolnya jangan disini aku tau tempat yang bagus." ucapnya sambil menarik tanganku ke taman.
***
Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Fotoku ada dalam dompet Althea?
"Aku
dulu suka banget sama kamu Praz. Karena, kamu itu satu- satunya cowok
yang gak pernah negur aku. Kamu cuek dan aku suka itu." ucapnya sambil
tersenyum.
"Dulu, aku
berharap bisa kenal dan deket sama kamu. Tapi, dekat kamu aja aku udah
gemetaran, apalagi nyapa atau ngobrol sama kamu..." ucap Althea lagi.
Lalu dia menatap kembali sapu tangan itu.
"Aku
tau kok, kamu yang ngambil sapu tangan itu, aku sengaja jatuhin sapu
tangan itu karena aku tau kamu ada dibelakang aku, dan saat aku liat
kamu yang ngambil sapu tangan itu. Aku seneng banget. Karena itu
artinya, kamu juga suka sama aku. Iyakaaan?" ucapnya yang membuatku
tersipu malu.
"Ikh... Kok diem aja?" ujarnya.
“Engga, bukannya kamu ngelanjutin sekolah diluar negeri?”
“Oohh.. Aku udah pindah lagi ke Indonesia, soalnya gak betah gak ada kamu”ucapnya
Mendengar itu hatiku tersentak untuk kedua kalinya kali ini aku benar benar tak tahu harus bagaimana.
“Ikh.. Kok diem lagi??
"aku bingung mau ngomong apa Al..." ucapku tertunduk
"Kamu percaya mitos True Love gak Praz?"
"True Love? Emang beneran ada?" tanyaku.
"mulanya,
aku juga gak percaya. Tapi malem ini aku percaya. True Love aku udah
aku temuin lagi. Aku suka kamu." ucapnya sambil natap bintang.
“hmmm Al….?"
“apa?” ucapnya pelan
“coba liat tanggal di HP kamu?”
“udah, kenapa?”
“Ini tanggal saat perpisahan kita kan?”
“ehhh.. iya, jadi?”
“berarti
sapu tangan ini udah aku simpen selama satu tahun, maaf yah? Hmm.. satu
lagi, Al will you be my true love?” dengan berani akupun menyatakan
perasaan ini padanya
"yes. I will Praz!" Ucap nya sambil tersenyum menatap ku
Ini
hari dimana aku merasa seperti hidup kembali, separuh jiwa ini kembali
setelah lama hilang, yap ini cerita ku tentang apa itu arti cinta sejati
Percaya
atau tidak, itulah faktanya. True love akan datang. Sejauh dan sesulit
apapun, Cinta Sejati akan mencari jalan lagi dan lagi untuk kita
temukan. Jadi jangan pernah ragu untuk mengejar cinta sejati kalian, di
dunia ini semuanya mungkin ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar