Selasa, 10 Juni 2014

True Love

Cinta Sejati

“Mungkinkah dia jatuh hati Seperti apa yang ku rasa, Mungkin kah dia jatuh cinta Seperti apa yang ku damba
Tuhan yakinkan dia Tuk jatuh cinta Hanya untukku
Andai dia tahu…”
Lagu dari kahitna tersebut terus kuputar dalam kamarku, sehingga membuat pikiranku terbang mengkhayal pada kejadian 1 tahun yang lalu.

Cinta sejati. Apakah itu benar benar ada? Apakah kalian percaya akan itu? Akan "Cinta Sejati" yang konon katanya dimiliki semua orang? Cinta yang “katanya” sangat indah dan menyenangkan? Mitos cinta sejati yang terus menerus melolong dihatiku. Sejak awal mula aku mengenal dia Althea Callista atau yang biasa di panggil Althea.

Suda satu tahun sewaktu kejadian pada hari itu. Kupandangi sebuah benda yang tergantung di tembok kamarku. Aku tersenyum menatap benda itu. Mungkin kalian tidak akan pernah bisa menebak apa yang ada disana.

Bukan jam dinding  sebuah bingkai foto ataupun lukisan. Hanya sebuah kain sapu tangan. Kain sapu tangan miliknya yang ter jatuh 1 tahun lalu saat perpisahan SMP. Dia sama sekali tidak tahu bawa aku yang mengambilnya, sebenarnya aku ingin mengembalikannya namun aku tak bisa melawan rasa malu yang terus menerus menyelimuti hati ini. Bahkan, mungkin dia tidak akan mengingatku. Aku hanya satu dari ratusan penggemarnya di sekolah.
***
Dia bukan artis. Dia hanyalah siswi cantik dan cerdas di sekolahku. Dia kaya dan pintar. Sifatnya yang cuek justru menjadi daya tarik bagi para kaum adam, termasuk aku. Tapi, bisa dibilang, aku tidak terlalu menunjukkan diri bahwa aku menyukainya. Terbukti. Aku tidak pernah menyapa ataupun menegurnya, walaupun saat di tahun pertama aku sempat masuk kelas yang sama, jangankan menyapanya untuk melihat wajahnya saja aku hanya curi curi pandang. Mungkin karena aku terlalu malu untuk menyapanya. Aku hanya menyukainya lewat diam.

Bahkan, Kain ini aku simpan diam diam, hanya untuk kenang kenangan, karena aku tahu dia akan melanjutkan study ke luar negeri.

Aku kembali tersenyum manis saat melihat kain  itu. Orang bilang, apapun itu, jika memang jodoh, maka dia akan kembali lagi dan lagi. Dan aku percaya dia akan kembali kulihat suatu saat nanti.
Aku mengambil kain itu. Kupeluk- peluk dan kubelai. Ku ajak tertawa dan tersenyum, seperti sedang berinteraksi.

Gila. Konyol memang. Setelah selesai  dengan kegiatanku itu, aku membawanya kedekat jendela, saat kududuk di jendela tanpa terasa aku tertidur, aku tersadar saat kain itu terlepas dari tanganku. Dan...
Syuuuut...

Angin bertiup menerbangkan kain kenangan itu keluar jendela dan jatuh dihalaman rumah. Dengan sigap aku lari keluar rumah dan mengejar kain itu. Itu adalah satu- satunya milikku yang mampu membuatku mengingatnya.

Saat aku hampir mengambilnya, angin kembali meniupnya menjauhiku. Argh! Angin ini! Batinku kesal.
Aku kembali mengejar kain itu dengan cepat. Dan saat aku hampir mendapatkannya kembali...
"Argh!! Sial banget sih?! Malah keinjek lagi!" seruku kesal saat tahu kain itu di injak seseorang. Orang itu mengambil kain yang ada di injakannya itu. Aku masih menatap jalanan berdebu dengan kesal.
"Jadi, daritadi kamu ngejar ngejar kain ini ya?" ucap orang itu. Suara yang sangat familiar di telinga ku. Ku tengadahkan kepalaku menatap wajah orang itu.

DEG!!!!

Di... Diakan? Diakan pemilik kain itu sebenarnya? Althea. Cewek cantik, keren dan pintar ah perfectlah, tapi... Bagaimana bisa? Ucap ku dalam hati
"Ma... af. Aku ngambil sapu tangan kamu...."
"gapapa kok Praz. Beneran deh gapapa. Karena, aku juga udah foto kamu diam- diam waktu itu." ucap nya padaku.
“Dia... Tau namaku? foto?! Diam- diam?" akupun agak tersentak kaget mendengar ucapan itu keluar dari mulutnya.
"Lebih baik, ngobrolnya jangan disini aku tau tempat yang bagus." ucapnya sambil menarik tanganku ke taman.

***
Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Fotoku ada dalam dompet Althea?
"Aku dulu suka banget sama kamu Praz. Karena, kamu itu satu- satunya cowok yang gak pernah negur aku. Kamu cuek dan aku suka itu." ucapnya sambil tersenyum.
"Dulu, aku berharap bisa kenal dan deket sama kamu. Tapi, dekat kamu aja aku udah gemetaran, apalagi nyapa atau ngobrol sama kamu..." ucap Althea lagi. Lalu dia menatap kembali sapu tangan  itu.
"Aku tau kok, kamu yang ngambil sapu tangan itu, aku sengaja jatuhin sapu tangan itu karena aku tau kamu ada dibelakang aku, dan saat aku liat kamu yang ngambil sapu tangan itu. Aku seneng banget. Karena itu artinya, kamu juga suka sama aku. Iyakaaan?" ucapnya yang membuatku tersipu malu.
"Ikh... Kok diem aja?" ujarnya.
“Engga, bukannya kamu ngelanjutin sekolah diluar negeri?”
“Oohh.. Aku  udah pindah lagi ke Indonesia, soalnya gak betah gak ada kamu”ucapnya
Mendengar itu hatiku tersentak untuk kedua kalinya kali ini aku benar benar tak tahu harus bagaimana.
“Ikh.. Kok diem lagi??
"aku bingung mau ngomong apa Al..." ucapku tertunduk
"Kamu percaya mitos True Love gak Praz?"
"True Love? Emang beneran ada?" tanyaku.
"mulanya, aku juga gak percaya. Tapi malem ini aku percaya. True Love aku udah aku temuin lagi. Aku suka kamu." ucapnya sambil natap bintang.
“hmmm Al….?"
“apa?” ucapnya pelan
“coba liat tanggal di HP kamu?”
“udah, kenapa?”
“Ini tanggal saat perpisahan kita kan?”
“ehhh.. iya, jadi?”
“berarti sapu tangan ini udah aku simpen selama satu tahun, maaf yah? Hmm.. satu lagi, Al will you be my true love?” dengan berani akupun menyatakan perasaan ini padanya
"yes. I will Praz!" Ucap nya sambil tersenyum menatap ku
Ini hari dimana aku merasa seperti hidup kembali, separuh jiwa ini kembali setelah lama hilang, yap ini cerita ku tentang apa itu arti cinta sejati


Percaya atau tidak, itulah faktanya. True love akan datang. Sejauh dan sesulit apapun, Cinta Sejati akan mencari jalan lagi dan lagi untuk kita temukan. Jadi jangan pernah ragu untuk mengejar cinta sejati kalian, di dunia ini semuanya mungkin ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar